Friday, September 16, 2016

Sepertinya aku pegawai paling muda di Puskesmas Karanganyar

Setelah tiba di ruang TU dimaksud, aku mencoba masuk, karena pintunya separuh terbuka. Ada dua ruangan yang saling berhadapan, disamping  kanan dan kiriku. Tertulis KEPALA PUSKESMAS diatas pintu ruangan sebelah kananku. Ruangan itupun tertutup. Sementara itu, ruang di sebelah kiriku, separuh terbuka. Dari luar ruang aku melihat ada dental unit-alat untuk periksa gigi. Aku menyimpulkan sendiri ruang itu adalah Poliklinik gigi. Berdiri diantara dua ruang sepi itu, lurus  aku melihat ruangan  besar seperti aula. Hanya disekat2  tripleks sebagai pembatas untuk ruang kerja administrasi, sebagian bahkan digunakan untuk papan data.

Di ujung ruamgan besar, dari balik papan tripleks, aku mendengar beberapa orang sedang bercakap. Akupun melangkah maju ke arah sumber suara itu. Kira-kira tiga meter sebelum sampai ruangan, segera aku menyampaikan salam. Hampir bersamaan orang-orang tadi menjawab salamku. Seketika itu pembicaraan mereka berhenti. Kemudian mereka menoleh ke arahku. Segera aku menyalami mereka. Setelah aku mengenalkan diri, kemudian mereka dimulai dari seorang bapak  memperkenalkan kepadaku. “Kenalkan nama saya Musimin,  ini Bu Rumilah dan ini Bu Supri, Suprihati” Demikian Pak Musimin menjelaskan, menurutnya agar tidak keliru. ‘Karena disini ada Suprihati dan Suprihatin. Tetapi kalau bu Suprihatin, biasa dipanggil Bu Driyo-Bu Lurah Jatiluhur” jelas Pak Musimin lagi. Setelah dipersilakan duduk,  akupun menyampaikan perihal penugasanku dari Dinas Kesehatan.

Memang siang itu, aku datang ke Puskesmas Karanganyar bermaksud untuk melapor kepada Kepala Puskesmas terkait penugasan dari Kepala Dinkes Kebumen.  Sesuai surat Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen, aku ditempatkan di Puskesmas Karanganyar, sebagai Petugas Gizi. Secara status kepegawaian, aku termasuk PNS Pusat yang diperbantukan di kabupaten. Sehingga menjadi wewenang kabupaten, untuk menempatkannya di daerah yang membutuhkan.

Sepertinya mereka “surprised” dengan kehadiranku sebagai calon PNS baru. Menurut penuturan Pak Mus, demikian mereka akrab menyebut Pak Musimin, sejak penempatan Bu Titin yang perawat gigi itu, hampir sepuluh tahunan tidak ada penempatan pegawai baru. “Rata-rata pegawai disini sudah hampir pensiun. Kebanyakan kami ini dulu pegawai P3M (Program Pemberantasan Penyakit Malaria), yang kemudian ditempatkan di Puskesmas-puskesmas yang dekat dengan daerah asal. Termasuk disini, ada Pak Sakir, Pak Sugeng, Pak Samingan dan Pak Noto. Mereka di Puskesmas ditugasi sebagai juru malaria desa” Jelas pak Musimin, sambil berkali-kali menghisap rokok dan membuat lagi “linthingan” rokok dengan aroma klembak menyan.


Bercakap tentang pengalaman dengan mereka sangat menyenangkan, hingga tidak terasa hampir dua jam. Sampai sejauh ini, tujuan utamaku bertemu untuk ‘unjuk muka’ kepada Kepala Puskesmas belum terlaksana. “Besok pagi saja mas Cokro, ketemunya Kepala Puskesmas. Soalnya Bu dokter Nunik Agustriani, juga merupakan Kepala Puskesmas yang baru, dan belum menetap di rumah dinas. Rumah dinas yang di depan kompleks Puskesmas itu, masih ditempati Kepala Puskesmas lama, yaitu Pak Dokter H. Suwarno. Dalam minggu ini saya dengar, beliau mau pindahan ke RSUD Kebumen” Pak Mus menyudahi pembicraan. Akupun kemudian berpamitan untuk kembali ke kebumen.

No comments:

Post a Comment