Tuesday, October 11, 2016

UPTP2K pindah menempati rumah dinas Ketua dewan

Selang sehari setelah kunjungan kerja dari Kabupaten Bojonegoro, tepatnya tanggal  1 Juli 2016 aku dan rekan-rekan UPTP2K resmi pindah dari kantor lama ke kantor baru. Dari kompleks DPU Jalan Sarbini 37 ke  Ex Rumdin Ketua DPRD Kebumen di Jalan Pahlawan No. 71 tepatnya di sebelah kantor POS Kebumen. Kepindahan ini aku tandai dengan melaksanakan sholat tarawih berjamaah, pada malam sebelumnya.

Oleh-oleh “ngaji” dari Kabupaten Bojonegoro
Perintah untuk pindahan ini aku terima, ketika Bapak H. Adi Pandoyo, SH, Msi, memanggilku dan  Kepala Bappeda, Drs. H. Sabar Irianto. “Beliau Pak Bupati memerintahkan agar kantor UPTP2K segera pindah, segera setelah pulang dari sini” Demikian perintah Bapak Sekda kepada aku dan pak Sabar pada kesempatan acara kunjungan lapangan melihat embung mini yang dikelola masyarakat. Kegiatan kunjungan lapangan ini merupakan rangkaian kegiatan kunjungan kerja Pemkab Kebumen tentang pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bojonegoro.

Kunjungan kerja ke Kabupaten Bojonegoro-Jawa Timur, yang berlangsung satu hari, pada 29 Juni 2016 itu dipimpin langsung Bupati Kebumen, Ir. H. Muhammad Yahya Fuad, SE. Tujuannya secara khusus membahas dan “ngaji” trik mengelola pemerintahan dalam mengentaskan kemiskinan. Diikuti oleh para pimpinan SKPD yang terkait dalam program percepatan penanggulangan kemiskinan di Kebumen, termasuk UPTP2K Kebumen.

Dalam pertemuan itu, ada tiga agenda  yang dibahas bersama Bupati Bojonegoro, Kang Yoto-sapaan akrab Bupati Suyoto. Tiga agenda tersebut  adalah bagaimana  upaya –upaya yang ditempuh dalam mengentaskan kemiskinan, mengelola pengairan untuk mengantisipasi kekeringan pada saat musimkemarau, serta  upaya dalam menanggulangi bencana.
Dalam kesempatan itu, Bupati Kebumen menyampaikan maksud  kedatangannya ke Kabupaten Bojonegoro. “Mengingat Kebumen masih menjadi kabupaten termiskin di Jawa Tengah, dengan tingkat pergerakan ekonomi yang relatif lambat. Untuk itulah,kiranya dapat belajar banyak dari Bupati dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ini”.

Kantor  UPTP2K lama merupakan paket bangunan lama
Bagi aku dan teman-teman UPTP2K, menempati kantor yang baru itu sangatlah surprise. Jika dibandingkan dengan keadaan kantor lama. Yaitu bekas rumah dinas Kepala DPU Kebumen dan relatif sudah sangat tua. Sehingga wajarlah, jika banyak persoalan ketika harus ditempati. Sejak dari daya listrik yang tidak stabil, hingga menyebabkan beberapa  komputer jaringan dan printer rusak.  Aku dengar, biang keladi dari masalah ini karena kualitas instalasi yang sudah puluhan tahun terpasang.

Apalagi jika turun hujan. Air masuk, dari atas-bawah. Dari atas terjadi karena talang tidak dapat menampung air hujan. Sehingga air meluap ke dalam ruangan. Sedangkan dari bawah, air masuk karena saluran pembuangan-yang berada tepat di depan pintu, lobangnya sangat kecil jika dibandingkan dengan debit air yang terkumpul dari hampir seluruh bangunan di kompleks DPU itu. Akibatnya, ruang garasi yang disulap jadi ruang rapat itu, dalam sekejap banjir! Bukan hanya itu saja, dari luas bangunan sangat terbatas. Sehingga tempat parkir, ruang tunggu dan ruang kerja jika dibandingkan jumlah petugas, kurang. Akibatnya beberapa petugas menempati ruang rapat.

Sensasi ruang kantor pejabat publik
Keadaan di kantor yang baru sangat berbeda.. Rumah dinas ini, sebelumnya adalah Rumah Dinas Ketua DPRD. Sekda juga pernah menempati sebagai rumah dinas. Sehingga baik dari kondisi gedung kantor, luas bangunan dan ketersediaan ruangan, serta peralatan yang ada, sangatlah memadai.

Ketika memasuki kompleks gedung ini, di bagian depan ada tempat parkir, dua ruang penjaga dan ruang pelayanan kesehatan/PPPK. Setelah melewati teras, ada ruang pelayanan front office dan back office serta ruang tunggu. Masuk melewati pintu tengah, ada ruang konsultasi, ruang tamu dan meja pelayanan call center 383-222 ambulance gratis bagi warga miskin. Ada ruangan untukku sebagai Kepala UPTP2K. Di sebelah dalam, ada ruang tata usaha.
Menuju ke arah dapur, ada ruang terbuka dengan setting untuk rapat. Ruang ini cukup luas, karena dapat menampung lebih dari 30 orang dengan meja kursinya. Bagiku dan teman-teman UPTP2K ruang ini bisa dibilang sebagai ruang favorit untuk berkumpul, ketika rapat, maupun sekedar istirahat menghirup udara segar. Disekeliling ruang rapat itu, aku sediakan display data kegiatan layanan,  profil dan tabel distribusi frekuensi indikator kemiskinan.
Dari ruang rapat itu, ada akses yang menghubungkan ke dua ruangan- untuk istirahat petugas call center maupun sopir ambulance. Di sebelah baratnya ada mushola dan kolam ikan, dapur dan gudang.  Sedangkan, disebelah barat ruang utama, ada garasi yang cukup menampung dua unit ambulance.

Kantor baru performa baru
Harapannya dengan pindah di kantor yang baru, UPTP2K dapat meningkatkan kinerja pelayananya pada warga miskin. Disamping itu, masyarakat miskin yang dilayani dg performa kantor dan petugasnya yang memadai tentu sangatlah menyenangkan.

Bahkan di awal-awal menempati gedung kantor baru ini, banyak pengunjung warga miskin yang akan mengajukan permohonan bantuan, harus melepas sandal! Karena menurut mereka sayang juika ruangan yang bersih ini kotor oleh sandal.  Aku sampaikan pada mereka, bahwa kantor baru dan penampilan baru seperti ini, adalah bentuk komitmen Pemkab Kebumen dalam melayani warga miskin. “Warga miskin datang ke kantor ini saja sudah membawa beban berat. Kita yang di sini, mestinya bisa meringankannya dengan cara membuatnya merasa nyaman” Demikian pesan yang sering aku sampaikan pada teman-teman kerjaku di UPTP2K.

Bergabungnya Call center ambulance gratis bagi warga miskin
Kesemarakan pelayanan di kantor baru UPTP2K makin terasa dengan digabungkannya pelayanan call center ambulans gratis bagi warga miskin di Kebumen. Terhitung mulai tanggal 11 Oktober 2016, sistem dan layanan call center dipindahkan dari Dinas Kesehatan ke UPTP2K.


Penggabungan layanan ini tentulah dengan pertimbangan nilai efektivitasnya. Agar untuk layanan warga miskin, dapat dilayani secara terpadu di UPTP2K. Untuk  mendukung program inipun Pemkab telah melakukan rekruitmen petugas khusus operator call center sebanyak tujuh orang. Disamping itu ada dua orang tenaga pengemudi ambulans yang memungkinkan stand by jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Sunday, October 9, 2016

Magang kerja di UPTPK Sragen

Keinginan untuk berkunjung dan magang di UPTPK Sragen bagi petugas UPTP2K Kab. Kebumen akhirnya terlaksana juga. Meskipun tidak berjalan persis sesuai rencana. Namun setidaknya maksud untuk  meningkatkan kemampuan teknis petugas, memperoleh gambaran sistem pelayanan serta pengelolaan basis data kemiskinan dapat kesampaian. 

Perjalanan setengah hari
Kunjungan kerja/magang dilakukan selama tiga hari, Selasa sampai dengan Kamis (17 – 19 Nopember 2015). Rombongan terdiri dari 5 orang dengan seorang pengemudi. Berangkat dari halaman BAPPEDA Kabupaten Kebumen, pada hari Selasa 17 Nopember 2015 Jam 05.00 WIB. Setelah menempuh perjalanan enam jam lebih, menjelang tengah hari rombongan sampai di UPTPK Sragen. 
Kehadiran rombongan UPTP2K Kebumen diterima oleh Kepala UPTPK Sragen, Bapak Suyadi, SKM, M.Kes dan seorang Kasi yang membidangi urusan bantuan pendidikan, Bapak Drs. Indarjo, MSi.. Setelah menyampaikan maksud kedatangan rombongan dari UPTP2K Kebumen, giliran mengikuti penjelasan dari beliau berdua.

“Mbelo wong cilik”
Kantor UPTPK Sragen berada di komplek perkantoran Pemkab Sragen di Jalan Sukowati 255. Dalam komplek itu, ada kantor Bupati, Sekretariat Daerah, BAPPEDA, DPPKAD dan BPTPM, serta Kantor UPTPK yang berada di sayap timur menghadap selatan ke arah alun-alun Kabupaten Sragen.  D,iantara bangunan-bangunan kantor itu, kantor UPTPK Sragen merupakan kantor yang paling bagus, setelah kantor Bupati dan kantor perijinan (BPTPM). Filosofinya pelayanan untuk warga miskin, harus senyaman mungkin. Seperti halnya ketika para calon investor akan mengurus perijinan.

Dengan gayanya yang kocak, serius tapi santai, Pak In, demikian panggilan akrab Bapak Indarjo, menyampaikan gambaran singkat organisasi UPTPK Sragen berikut tugas pokok masing-masing seksi.  Seorang yang menjabat sebagai Kepala UPT Dinas Tenaga Kerja Kecamatan ini menyatakan bahwa awalnya adalah staf di dinas pendidikan. Menyusul kami ketahui bahwa beliau juga pernah jadi pengajar sejarah, dan sebagai pengurus Permadani. Sehingga dengan lihainya, beliau menyampaikan perjalanan UPTPK Sragen dengan mengaitkan aspek-aspek sejarah yang melingkupinya; dengan sesekali menyisipkan ‘sabdo tomo’ khas Permadani, ketika ada pesan-pesan moral dalam pelayanan UPTPK. “UPTPK Sragen lahir merupakan wujud nyata dari niat Bopo Bupati untuk mbelo wong cilik (membela masyarakat kecil-Red). Sehingga orang miskin di Sragen harus dimuliakan, dilayani dengan pelayanan terbaik” demikian papar Indarjo mengakhiri penjelasannya.

Selain Baznas ada Matra
Sambil menunggu kehadiran kembali Kepala UPTPK yang sedang sibuk, menerima telpon dan tamu, kami dipersilakan membeli paket informasi. Paket informasi tersebut berisi penjelasan rinci kegiatan yang sudah dilakukan UPTPK Sragen.
Belakangan kami ketahui bahwa di wilayah kecamatan Di Kabupaten Sragen ada yang mengalami bencana tanah longsor dan menimpa sebagaian warga. Untuk bantuan terhadap warga yang terkena bencana dimintakan dari UPTPK, dalam hal rehab rumah, santunan kematian dll. 

“Disamping Baznas, kami ada Matra yang dapat memberi bantuan dengan cepat, tanpa mempersoalkan bentuk keyakinan/agama yang dianut warga yang perlu bantuan. Kalau mengandalkan program pemerintah terlalu lama” papar Suyadi. Matra menghimpun dana iuran sukarela masyarakat yang secara akuntabel dikelola independen dan dilaporkan pengelolaannya berbasis web dihttp://www.matra.sragenkab.go.id Mitra Kesejahteraan Rakyat, selanjutnya disingkat MATRA, seperti yang dikutip dari halaman web, adalah wadah yang menampung dan menyalurkan sumbangan sukarela dari para pejabat struktural eselon II, III dan Kepala SMA/SMK, SMP Negeri serta PNS dan pihak lainnya di Kabupaten Sragen, sebagai bentuk kepedulian untuk ikut mendukung program Pemerintah Kabupaten Sragen dalam pengentasan kemiskinan.

Komitmen Bupati dan dukungan seluruh stake-holder
Bagaimana peranan Baznas? Ini adalah pertanyaan kami membuka diskusi sesi kedua di ruang kerja Kepala UPTPK, setelah sholat dzuhur. Menurut Suyadi, Baznas sudah mengambil peranan yang sangat bagus. “Dengan kriteria penerimanya yang sudah jelas dan data sasaran penerima yang secara cepat disupport oleh UPTPK, saya dengar Baznas Kabupaten Sragen tahun ini menerima penghargaan dari Pemerintah atas prestasinya” jelasnya.  Prestasi-prestasi itu, menurut Suyadi dapat tercapai tidak lain merupakan buah komitmen yang tinggi dari  Bupati dan pimpinan serta seluruh stake-holder yang ada. “Saya bisa sampaikan seperti ini, karena tanpa komitmen dan back-up penuh Bupati, UPTPK ini omong kosong, tidak ada artinya sama sekali. Di awal pembentukannya, beliau Bapak Bupati menegaskan, melalui UPTPK kita akan memuliakan orang miskin. Sehingga  jika ada fihak yang menghalangi, dialah yang akan kita ‘muliakan’ (diambil tindakan-Red)”

Hari menjelang sore, hampir jam 17.00 waktu setempat, kamipun minta diri. Kami melihat UPTPK sedang menyiapkan agenda besar, yaitu menjadi tempat penyelenggaraan Seminar Internasional tentang penanganan kemiskinan. Seminar yang diprakarsai oleh organisasi GtZ itu, rencananya akan dihadiri oleh peserta dari sembilan negara. Bupati dan  UPTPK Sragen diminta menjadi Narasumber, pada perhelatan yang agendanya digelar 25 November 2015.
Khitan Gratis bagi warga setiap hari Rabu
Di Seksi Kesehatan, dikepalai oleh seorang  tenaga struktural Dinkes, Bp. Sunarto. Menyusul diketahui, bahwa dia awalnya adalah seorang perawat RSUD. Di Seksi Kesehatan, memiliki tenaga dokter dan bidan yang diperbantukan dari Dinkes dan Puskesmas untuk pelayanan di Klinik Saraswati. Klinik saraswati UPTPK Sragen melayani pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi warga  pemegang kartu miskin dan pegawai di lingkungan Pemkab Sragen.  Dengan konsep layanan bahwa kegiatan ini dikelola oleh Puskesmas Kecamatan Sragen. Segala kebutuhan obat dan alat kesehatan dimintakan dari Dinas Kesehatan.

Selain itu, Klinik Saraswati juga menyelenggarakan khitan setiap minggu sekali bagi warga miskin, yaitu setiap hari Rabu. Kegiatan ini ditangani oleh Sunarto, yang notabene adalah seorang paramedis perawat. Pada kegiatan khitan tersebut, juga dibarengi dengan pemberian bantuan sosial seperti sembako, sarung, baju koko, peci. Bantuan berasal dari program bantuan swasta atau instansi pemerintah, seperti Bagian Kesra Setda, Dinas Nakertransos dll.

Bantuan Biasiswa bagi Siswa dan Mahasiswa  berprestasi dari keluarga miskin
Pada prinsipnya UPTPK Sragen memaksimalkan bantuan bagi warga miskin, di luar sasaran program nasional dan provinsi. Seperti halnya bantuan biasiswa bagi siswa dan mahasiswa  diberikan pada mereka yang berprestasi dari keluarga miskin. Saat ini telah banyak mahasiswa  yang telah memperoleh bantuan tersebut selama  masa kuliah. Adapun kriteria dan syarat untuk memperoleh biasiswa miskin, sebagaimana diungkapkan oleh Bp Indarjo, MPd. Prinsipnya yang bersangkutan memiliki prestasi akademik dan berasal dari keluarga miskin, kemudian dilakukan verifikasi. Dengan alokasi dana yang berasal dari Bagian Kesra-Setda Sragen, seseorang yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh biasiswa dimaksud.

Belajar dari Sukodono dan Sambirejo
Mengikuti survei lapangan untuk verifikasi bantuan bagi warga miskin di Kabupaten Sragen, banyak pelajaran yang bisa kami dapat. Pagi itu, giliran kami berkesempatan ke wilayah Sambirejo dan Sukodono. Untuk mencapai wilayah ini, harus melintasi medan yang  cukup berat. Dengan kondisi geografis bergunung, tipe tanah phorusyang lunak, memungkinkan kendaraan terutama kendaraan roda empat dapat tergelincir. Belum lagi mencapai sasaran rumah, melalui jalanan naik-mendaki dan berkelok. Untuk itu, biasanya petugas survei menggunakan sepeda motor.

Sepanjang perjalanan menuju  wilayah Sambirejo dan Sukodono terlihat hamparan tanah kering di sisi kanan, dengan sesekali terlihat pepohonan jati yang meranggas. Dan itulah hasil pertanian yang mereka dapat, yaitu bertanam jati. Sementara hasil pertanian lainnya adalah tebu. Dengan sistem penjualan hasil pertanian yang tidak langsung ke pembeli, seringkali masyarakat diuntungkan sekaligus dirugikan dengan adanya tengkulak atau pengepul. 

Catatan kecil dari Bumi Sangiran
Setelah sehari itu melihat dari dekat bagaimana UPTPK Sragen mengelola basis data kemiskinannya, kami akhirnya berpamitan pulang, menyudahi kegiatan kunjungan kerja/magang. Acara pamitan sangat singkat, hanya ada beberapa orang dari Seksi Pendidikan. Petugas UPTPK nampak sepi hanya seorang  petugas di pelayanan pengunjung.  Sehari itu, hampir semua pejabat di UPTPK mengikuti rapat dinas di ruang Sekda Sragen. Informasinya, sedang membahas persiapan penyelenggaraan seminar internasional tentang kemiskinan yang bertempat di Sragen.

Pengalaman perjalanan lapangan ke Sukodono dan Sambirejo, membawa kami pada informasi tentang Sangiran. Sebuah tempat situs purbakala ditemukannya fosil manusia purba. Kamipun akhirnya menyempatkan mampir ke Sangiran.  Tempat itu bisa dijangkau di rute jalan pulang menuju Kebumen. Jika dari Kantor Pemkab Sragen ke barat, setelah sampai trafight-light Kecamatan Masaran belok kanan ke arah utara. Kira-kira delapan kilo meter kita dapat mencapai Sangiran. Wisata edukasi Sangiran berupa musium purbakala. Di dalamnya berisi diorama perjalanan evolusi manusia purba dan upaya-upaya  manusia mengumpulkan bukti-bukti sejarah. Di musium itu juga ada ruang teater, untuk melihat film dokumenter perjalanan hidup manusia sejak awal penemuan sejarahnya hingga jaman modern ini. 

UPTP2K Melakukan validasi data sasaran kegiatan instansi

Dalam melaksanakan fungsi sinkronisasi, tugas UPTP2K adalah melakukan validasi data sasaran kegiatan instansi. Terutama terhadap kegiatan yang memiliki  sasaran pada warga miskin. Ini bermanfaat untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan. Untuk sasaran yang sama, masing-masing instansi menggunakan data yang sama. Dengan demikian kegiatan yang dilakukan menjadi tepat sasaran, dan tidak terjadi overlapping.
Selain melakukan validasi sasaran terhadap pemegang kartu Jamkesmas yang dinon-aktifkan, yang pernah aku tulis di bagian terdahulu. UPTP2K juga melakukan validasi data warga sasaran program listrik bagi warga miskin oleh PLN,  pentasharufan zakat, Jamkesmas PBI Jamkesda, BOSDA, babonisasi hingga program angkutan gratis bagi warga miskin.


Validasi data calon pelanggan PT PLN
Pada waktu itu, PLN ada program pemasangan jaringan baru dengan daya 450-900 KW. Jaringan ini hanya diperuntukkan untuk warga miskin. Tetapi, di luar dugaan, animo masyarakat sangat tinggi, terutama bagi warga masyarakat yang belum memiliki jaringan atau belum memiliki meteran listrik sendiri.

Akibatnya banyak warga masyarakat yang mendaftar melalui tenaga BTL, dan mengaku miskin. Untuk mengatasi keadaan seperti ini, UPTP2K mengeluarkan surat keterangan miskin, bagi mereka yang masuk dalam basis data kemiskinan. Surat keterangan dimaksud, sebagai berkas persyaratan ke PLN.

Validasi data calon penerima pentasharufan zakat
BAZNAS Kabupaten Kebumen setiap tiga bulan sekali melaksanakan pentasharufan zakat, infaq dan shodaqoh kepada golongan yang berhak menerimanya (asnaf). Drh.H. Jatmiko-Ketua Baznas Kabupaten Kebumen, sering menyampaikan dalam berbagai kesempatan rapat koordinasi. “Ada delapan asnaf yang berhak menerima zakat, yaitu: (1) orang fakir, yaitu orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya (2) orang miskin, orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan (3) pengurus zakat, orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat (4) Muallaf, orang yang baru masuk memeluk agama Islam dan imannya masih lemah (5) memerdekakan budak (6) orang berhutang, yaitu orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. (7) orang yang berjuang di jalan Allah (sabilillah), termasuk juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain (8) Ibnussabil, orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan maksiat dan mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.

Pada setiap periode pentasharufan, BAZNAS biasanya menerima usulan dari wilayah kecamatan, dan juga UPTP2K, tentang daftar nama orang yang akan menerima zakat berdasarkan masing-masing asnafnya. Dari usulan kecamatan, khususnya dari golongan asnaf fakir dan miskin, BAZNAS akan memintakan validasi dari UPTP2K. Selanjutnya aku dan teman-teman di UPTP2K akan melakukan pengecekan data nama yang diusulkan berdasarkan basis data kemiskinan. UPTP2K akan memberikan keterangan, nama-nama yang masuk dalam basis data kemiskinan dan nama-nama yang tidak masuk. Terhadap nama yang tidak masuk, BAZNAS biasanya akan meminta usulan penggantinya dari kecamatan yang bersangkutan.  

Sinkronisasi data untuk program prioritas Bupati
Seiring dengan terpilihnya pasangan bupati Ir. H. Yahya Fuad, SE dan wakil bupati KH. Yazid Mahfudz, menempatkan pengentasan kemiskinan, agibisnis dan pembangunan wilayah menjadi mainstream pembangunan selama lima tahun ke depan. Dengan demikian banyak program prioritas yang akan dilaksanakan, yang memiliki daya ungkit dalam pengentasan kemiskinan, agibisnis dan pembangunan wilayah. Sebut saja misalnya program prioritas dalam pengentasan kemiskinan, seperti: Ambulan gratis, bantuan bibit pohon, rehab rumah tidak layak huni, integrasi Jamkesmas-Jamkesda, BOSDA, babonisasi hingga program angkutan gratis bagi warga miskin.

Dengan banyaknya program prioritas yang bersasaran warga miskin, tentunya membutuhkan dukungan ketersediaan data sasaran warga miskin yang valid. Untuk inilah pentingnya keberadaan UPTP2K. Di UPTP2K, aku dan teman-teman secara marathon melakukan rekonsiliasi  antar data kemiskinan kabupaten dengan data instansi, seperti Dinas Kehutanan dan Perkebunan, Kantor BPJS dan Dinas Kesehatan, Bapermades, Dinas Pendidikan dan Olah raga, BPPKB dan Dishubkominfo.


Thursday, October 6, 2016

Mencari bentuk model pelayanan warga miskin di Kebumen


Dalam melayani langsung warga miskin mengajukan permohonan bantuan  di  UPTP2K Kebumen, aku selaku yang dituakan di UPTP2K memberlakukan alur mekanisme layanan. Walaupun prosedur layanan ini tidak sekali jadi, namun dengan melewati banyak kesulitan, pengalaman lapangan serta memperhatikan aturan, aku bersama teman-teman kerja dan para pimpinan, akhirnya dapat merumuskan mekanisme layanan itu.

Terinspirasi praktek pelayanan yang baik dari Sragen
Bulan pertama sejak peresmian dan aku berdelapan rekan kerja memperoleh penugasan, dalam bekerjanya aku tidak memiliki sistem yang baku. Aku hanya “meraba-raba” sistem dan  menterjemahkan Peraturan Bupati No. 47 Tahun 2015 ke dalam praktek pelayanan sehari-hari. 

Dari informasi yang aku terima, bahwa  pendirian UPTP2K kebumen terinspirasi dari praktek penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sragen, yang berbentuk Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK). Sehingga secara riil belum tahu sistem pelayanan yang ideal mestinya harus aku lakukan. Hingga suatu saat, memasuki bulan ke tiga aku berlima dari UPTP2K Kebumen diberangkatkan untuk magang kerja, melihat dari dekat, dan mengamati sistem pelayanan di UPTPK Kabupaten Sragen. Aku akan menuliskanya dalam kisah perjalanan.

Memadu-padankan model sistem pelayanan warga miskin di Kebumen
“Apa yang baik di negeri orang, tidaklah pasti baik di negeri sendiri”. Ungkapan ini juga berlaku untuk sistem pelayanan di UPTP2K Kebumen. Apa yang aku lihat, amati di UPTPK Sragen, tidak serta merta dapat diaplikasikan di Kebumen.

Masing-masing memiliki karakteristik, baik supra, sistem maupun sub-sub sistemnya. Meskipun dari karakteristik khas masing-masing, aku melihat bahwa ada kesamaanya. Pendirian unit pelayanan terpadu dalam rangka percepatan pengentasan kemiskinan, dengan prioritas pemberian pelayanan pada warga miskin di luar kuota pusat. “Biarlah warga miskin yang masuk kuota Pusat itu diatasi melalui APBN, sementara warga miskin yang tidak masuk kuota pusat, diatasi dengan dana APBD Kabupaten”

Setiap orang dilayani di UPTP2K
Atas dasar prinsip itu, sistem pelayanan UPTP2K itu dibangun.   Dalam pelayanan bagi warga miskin, UPTP2K Kebumen memiliki seksi berbasis pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi serta seksi data  dan pelaporan, serta adanya petugas pendaftaran. Setiap pengunjung  diterima petugas front-office untuk mengetahui maksud kedatanganya dengan mengisi buku tamu. 

Jika kedatanganya perlu bantuan penanganan masalah kemiskinan atau ingin mengajukan bantuan bagi warga miskin, maka seseorang akan dipersilakan mengajukan permohonan bantuan. Caranya dengan mengisi form atau blanko pengajuan bantuan dan menyerahkan syarat foto kopi KTP, KK serta nomor handphone (HP) yang bisa dihubungi.

Dicek dalam basis data kemiskinan kabupaten
Selanjutnya berkas pengajuan bantuan diteruskan ke seksi Data dan Pelaporan. Seksi Data dan Pelaporan, akan mengecek keberadaan data kepala keluarga pemohon dalam basis data kemiskinan tingkat kabupaten. Jika yang bersangkutan ada dalam basis data, maka seseorang berhak memperoleh layanan-layanan yang diselenggarakan oleh pemerintah sesuai kriteria teknis bantuan, serta berhak memperoleh penjelasan tentang mekanisme dan syarat program di masing-masing seksi. Selanjutnya berkas pengajuannya akan set, dan diteruskan ke back-office sesuai jenis bantuan yang diajukan.

Namun, jika data kepala keluarga pemohon tidak masuk dalam basis data kemiskinan tingkat Kabupaten, maka pemohon akan diberitahu secara langsung atau dihubungi melalui telepon, bahwa yang bersangkutan tidak miskin atau tepatnya tidak masuk dalam basis data kemiskinan. “Selamat pagi Bapak, kami dari UPTP2K Kebumen, dari hasil pengecekan data kemiskinan tingkat kabupaten, atas nama bapak, tidak masuk dalam basis data kemiskinan. Sehingga kami sarankan untuk mengakses layanan yang bapak perlukan tersebut secara mandiri” Demikian biasanya petugas UPTP2K Kebumen menginformasikan hasil pengecekan data.

Usul pendataan ke desa sebagai mekanisme update data
Dalam hal seseorang tidak masuk dalam basis data kemiskinan kabupaten, tetapi yang bersangkutan memiliki kartu identitas penerima bantuan dari Pusat, UPTP2K biasanya akan memberikan surat usulan pendataan. Surat usulan pendataan ini diberikan kepada Kepala Desa, agar kepala keluarga pemohon bantuan tersebut jika memungkinkan untuk diikutkan sebagai sampel pendataan pada periode yang akan  datang. Walaupun penyertaan sebagai sampel pendataan ini tidak menjamin bahwa yang bersangkutan masuk dalam kategori miskin.

Model cara ini ditempuh, minimal dengan dua pertimbangan. Pertama, untuk melindungi hak-hak bagi warga miskin untuk memperoleh bantuan, jika dari hasil pendataan TKP2KDes ternyata yang bersangkutan masuk kategori miskin. Kedua, sebagai mekanisme update atau pemutakhiran data kemiskinan, jika yang bersangkutan sebagai penerima bantuan dari Pusat, tetapi ternyata sudah tidak miskin. 


Pengecekan lapangan terhadap persyaratan teknis
Setelah permohonan bantuan sudah memenuhi syarat administrasi, masuk dalam basis data kemiskinan dan masuk kategori miskin, selanjutnya akan dilakukan kunjungan lapangan. Pengecekan lapangan tersebut tujuannya untuk kesesuaian kriteria dan persyaratan teknis permohonan bantuan.

Melalui nomor telepon yang ditinggalkan pada berkas permohonan, tim UPTP2K Kebumen akan menghubungi pemohon. Hal yang biasanya ditanyakan adalah tentang dua hal. Pertama, kesepakatan waktu pelaksanaan pengecekan lapangan. Kedua, kemungkinan jalur atau arah jalan menuju rumah pemohon. Hal ini penting, karena karakteristik jalan antara perkotaan dan pedesaan sangat berbeda.

Pemberian rekomendasi ke instansi pemberi bantuan
Selama proses pengecekan lapangan, petugas UPTP2K dibekali dengan surat tugas untuk diketahui fihak desa, check-list, kamera dan lain-lain alat observasi. Sedangkan teknik pengumpulan datanya bisa dilakukan wawancara dan observasi obyek. Selanjutnya jika hasilnya memenuhi kriteria persyaratan bantuan, pemohon akan diterbitkan surat rekomendasi untuk menerima bantuan. Dan dicatat dalam daftar tunggu yang akan diusulkan ke instansi/fihak pemberi bantuan. Surat rekomendasi dari UPTP2K diberikan kepada pemohon, dan tembusannya dikirim kepada (1) Kepala Desa/Kelurahan setempat (2) Instansi/fihak pemberi bantuan (3) Kepala Bappeda selaku Sekretaris TKP2KD (4) Arsip UPTP2K.


Dari daftar tunggu penerima bantuan tersebut, oleh UPT2K akan dikoordinasikan dengan dinas teknis atau fihak pemberi bantuan dalam forum rapat multi stake-holder. Selanjutnya, penyaluran bantuan waktu dan besarannya ditentukan dan menjadi tanggungjawab instansi.

Wednesday, October 5, 2016

Membangun basis data kemiskinan kabupaten

Banyaknya persoalan yang muncul terkait penanganan kemiskinan di negeri ini, erat kaitannya dengan keberadaan dan kualitas data. Banyak orang menuding, bahwa basis data inilah yang menjadi biang keladinya. Ada banyak orang yang kondisinya sangat memprihatinkan, namun sekian lama tidak pernah tersentuh program pengentasan kemiskinan. Sementara itu, orang yang menurut keadaan rata-rata, dinilai tidak miskin, mampu, bahkan tergolong berada malah masuk menjadi sasaran program.

Keadaan ini bisa dimengerti, karena basis data yang digunakan dalam hal ini oleh pemerintah pusat, adalah hasil pendataan PPLS tahun 2011. Sehingga sangatlah wajar jika, ternyata keadaan data tersebut pada saat sekarang sudah banyak yang tidak sesuai. Sudah banyak yang berubah, entah karena perubahan status sosial-ekonomi, migrasi maupun meninggal.

Pendataan warga miskin secara partisipatif
Melihat kenyataan inilah kemudian mendorong Pemerintah Kabupaten menyusun Perda tentang Percepatan penanggulangan kemiskinan kabupaten yang mengamanatkan untuk membentuk tim koordinasi tingkat kabupaten dan tingkat desa. Selanjutnya kepada tim koordinasi untuk menyelenggarakan  pendataan warga miskin. Berdasarkan peraturan bupati Kebumen yang melalui pembahasan panjang, melibatkan multi stakeholder dan masyarakat,  maka ditetapkan indikator kemiskinan kabupaten dan mekanisme pendataanya.

Sejak tahun 2014, dimulailah pendataan warga miskin secara partisipatif dan serentak di 460 desa dan kelurahan di Kabupaten Kebumen. Pendataan di tingkat desa dilakukan oleh tim TKP2Kdes (Tim Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Desa), dengan Kepala Desa/Kelurahan sebagai penanggungjawabnya. Mengapa disebut partisipatif? Karena sejak penetapan sampel warga miskin, masyarakat sejak di tingkat RT ikut mengusulkan. Hingga terbentuk sampel pendataan warga miskin sementara tingkat desa. Di tingkat desa, Kepala Desa memajang di tempat terbuka, menerima sanggahan dan usul penggantian sampel warga miskin jika ada, sampai batas waktu kira-kira dua minggu. Setelah melewati masa sanggah, kepala desa menetapkan sebagai sampel pendataan warga miskin desa. Selanjutnya TKP2Kdes  melakukan pendataan berdasarkan indikator yang ada.

Hasil pendataan yang dilakukan oleh TKP2KDes, diinput dan dilakukan analisis data menggunakan aplikasi program SID yang dikembangkan bersama Pemkab Kebumen dengan Formasi.  Output pendataan warga miskin tersebut menghasilkan informasi by name by address warga menurut statusnya, yaitu: sangat miskin, miskin, hampir miskin, rentan miskin dan tidak miskin. Data output aplikasi selanjutnya ditetapkan sebagai warga miskin desa, yang ditetapkan dengan surat keputusan desa. Berdasarkan  Perda Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, kepala desa selanjutnya melaporkan kepada Bupati. Di tingkat kabupaten, data warga miskin desa secara keseluruhan, oleh Bupati selanjutnya ditetapkan menjadi warga miskin tingkat kabupaten.

Sebagai dasar pelayanan UPTP2K Kebumen
Daftar warga miskin tingkat kabupaten tersebut, selanjutnya menjadi dasar pelayanan UPTP2K Kebumen. Memangnya, dengan data seperti itu, apa yang bisa dilakukan UPTP2K? Tentulah ada. Dengan adanya basis data kemiskinan tingkat kabupaten, yang memuat daftar warga by name by address, dapat menolong orang banyak.


Sebagai unit pelayanan terpadu percepatan penanggulangan kemiskinan, UPTP2K melayani masyarakat untuk mengadu dan mengajukan permohonan bantuan bagi warga miskin dalam hal  kesehatan, perumahan, bantuan modal, pendidikan dan lain-lain. Selain melayani masyarakat langsung, UPTP2K juga berperan melakukan koordinasi dan sinkronisasi data warga miskin sasaran layanan di dinas-dinas, seperti Dinas Nakertransos, Dinas Kesehatan, Bapermades, Sekretariat Daerah, Baznas Kabupaten dan lain-lain.


Tuesday, October 4, 2016

Di UPT-P2K: melayani orang miskin

Ketika  pada 9 September 2015, Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, meresmikan Unit Pelayanan Terpadu Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (UPT-P2K) Kabupaten Kebumen. Sejak saat itu aku mendapat  tugas tambahan melayani kaum dzu’afa di kebumen.

Tugas ex- officio
UPT-P2K Kabupaten Kebumen sejatinya merupakan implementasi dari sekretariat harian TKP2KD (Tim Kooedinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Daerah).  UPT ini merupakan unit yang khusus menangani dan merumuskan berbagai kebijakan penanggulangan kemiskinan Daerah sebagai amanat Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen No. 20 tahun 2008 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan di Kebumen.

Mengapa aku bisa menempati tugas itu? Mungkin karena faktor jabatan ex-officio. Jabatan ex-officio, artinya kira-kira adalah jabatan seseorang pada lembaga tertentu karena tugas dan kewenangannya pada lembaga lain. Jelasnya, begini. Dalam struktur TKP2KD, bertindak sebagai ketua adalah Wakil Bupati, dan yang bertindak sebagai wakil adalah Sekretaris Daerah. Bertindak sebagai sekretaris adalah Kepala Bappeda. Sedangkan Kepala Sekretariat  harian TKP2KD, dijabat oleh sekretaris Bappeda. Dengan demikian,  sekarang menjadi jelaslah kalau keberadaanku di UPTP2K itu karena jabatan ex-officio itu. Sekretaris Bappeda bertindak sebagai kepala sekretariat harian TKP2KD yang berbentuk UPT-P2K.

Bekerja sekaligus ibadah
Ketika menerima penugasan rangkap bekerja di UPTP2K , melayani warga miskin, respon dari 12 orang tentulah tidak sama. Bagiku, aku melihatnya sebagai konsekuensi logis dari pekerjaanku itu sendiri. Tugas apapun, aku terbiasa untuk menekuninya. Aku ingat pesan dalam sebuah hadits, bahwa dengan bekerja dapat menjadi ibadah. Meskipun tidak semua pekerjaan mengandung nilai ibadah.

Lantas bagaimana, agar bekerja kita mempunyai nilai ibadah?  Tentunya dalam agama Islam mengatur batasan-batasan, meletakkan prinsip-prinsip dan menetapkan nilai-nilai yang harus dijaga oleh seorang muslim, agar kemudian aktifitas bekerjanya benar-benar dipandang oleh Allah sebagai kegiatan ibadah yang memberi keuntungan berlipat di dunia dan di akhirat. Batasan itu, bahwa: (1) pekerjaan itu harus halal dan baik (2) melaksanakan pekerjaan itu secara  profesional dan penuh tanggungjawab (3) ikhlas dalam bekerja, yaitu meniatkan aktifitas bekerjanya tersebut untuk mencari ridho Allah dan beribadah kepada-Nya (4) tidak melalaikan kewajiban kepada Allah

Peduli dan melayani
Ketika aku menulis kisah ini, UPTP2K baru saja memperingati ulang tahunnya yang pertama, 09 September 2016. Meskipun usianya baru genap satu tahun, insyaallah manfaatnya sudah banyak dirasakan oleh ratusan bahkan ribuan warga miskin, dalam memperjuangkan hak-haknya memperoleh bantuan.

Bagaimana tidak? Di awal berdirinya UPTP2K, awal 2016, banyak warga miskin banyak yang tambah menderita. Mengapa? Pasalnya, kartu Jamkesmas yang selama ini biasa digunakan untuk berobat dan mendapat layanan gratis, tiba-tiba tidak dapat digunakan alias non-aktif.


Terus apa yang dapat diperbuat, dari data tersebut? Dari hasil rapat stakeholders, selanjutnya UPTP2K diserahi tugas. Tugasnya adalah melakukan pengecekan terhadap data 16 ribu lebih  yang dinyatakan sudah tidak miskin tersebut, berdasarkan basis data kemiskinan yang dimiliki UPTP2K. Alhasil, dari data Kemensos tersebut, setelah aku dan teman-temanku, ada Mas Agus dan Mbak Dyar melakukan  rekonsiliasi, ternyata masih menyisakan 1.400 orang lebih dengan status miskin yang kartu Jamkesmas-nya non-aktif!


Dari sejumlah 1.400 orang hasil rekonsiliasi tersebut, selanjutnya oleh Pemerintah Kabupaten Kebumen menjadi prioritas pertama untuk diaktifkan kembali. Memangnya bisa? Bisa, dengan mendaftarkan ulang ke BPJS Kesehatan dengan pemberian iuran (premi) yang dibayarkan dari dana APBD Kabupaten Kebumen.














Monday, September 26, 2016

Bergabung dalam Forum Penulis Kebumen

 Pengalaman penolakan naskah oleh penerbit, seringkali dapat menyurutkan semangat untuk terus menulis. Akibatnya aktivitas menulis bisa jadi mandeg. Begitu juga dengan aktivitas membaca, ikut berkurang. Untuk menghindari kondisi seperti itu, aku biasanya aktif menemui  teman secara perorangan maupun kelompok.

Tetaplah berada di dekat tungku perapian
Pertemuan itu biasanya aku manfaatkan untuk berdiskusi dan sharing serta memecahkan persoalan-persoalan seputar kepenulisan. Kegiatan seperti itu, aku rasakan sungguh sangat bermanfaat. Membuat aku tambah bersemangat dan bangkit lagi.  Aku jadi ingat petuah para motivator. Kalau engkau ingin senantiasa hangat, senantiasa dekatlah dengan tungku perapian.

 Jika ingin terus eksis dalam kegiatan kepenulisan, maka buatlah lingkunganmu itu lingkungan membaca dan menulis. Dari buku bacaan, percakapan, maupun komunitas harus mendukung. Senantiasalah mengikuti pertemuan, pelatihan, workshop, maupun kursus-kursus menulis. Bersyukur, di Kebumen ada forum penulis dan ada orang-orang  yang dapat diajak berbincang seputar kegiatan menulis.

Forum penuli kebumen
Di forum penulis kebumen, aku dapat bertemu dan berbincang dengan Bapak Ambijo. Seorang penulis Kebumen yang sangat produktif. Tulisan-tulisannya banyak dimuat di berbagai penerbitan. Beliau juga termasuk orang yang menggagas berdirinya Forum Penulis Kebumen. Saat ini bapak yang usianya tidak muda lagi itu, bertindak sebagai ketua forum.


Bertemu dengan sosok Ambijo, terasa ada proses re-charging energi menulisku. Semangatnya yang tinggi untuk terus berkarya, terus menulis artikel dan surat pembaca ke banyak penerbit. Di rumahnya di Jalan Sarbini, bapak yang pensiunan pegawai bank BUMN ini, juga masih sempat mengelola perpustakaan sebagai taman bacaan masyarakat. Semakin jelas sudah gambaran Bapak Ambijo ini tentang perhatiannya terhadap dunia kepenulisan. 

Menulis di surat kabar harian

Pengalaman menulis e-Book dan “menerbitkannya” ternyata tidak semenantang ketika tulisanku berhasil pertama kalinya dimuat dalam kolom Wacana di  harian surat kabar Suara Merdeka. Menulis artikel di koran sangatlah ketat aturannya dan sangat kompetitif. Seperti lolos dari lubang jarum!

Bagaimana tidak?  Ketika artikel dapat dimuat di surat kabar harian, minimal tulisan itu telah memenuhi tema saat harian itu terbit.” Sehingga haruslah kita mengetahui tema harian atau minimal tema mingguan surat kabar” Itulah kira-kira saran yang diberikan Pak Cocong-seorang Redaksi Senior Wacana, Harian Suara Merdeka.  Seringkali aku menulis dan mengirimkannya ke harian surat kabar dan tidak dimuat, itu karena tema  tulisanku sudah lewat.

Memahami tema surat kabar
Tema di harian surat kabar, jika aku perhatikan berubah setiap hari atau minggu. Untuk itu, aku harus mengetahui dan mencoba mengikutinya. Dalam hal ini, aku harus mengetahui atau memiliki daftar event penting atau  hari-hari besar nasional selama satu tahun. Dengan demikian, aku dapat menyiapkan tulisan untuk suatu tema sesuai event atau hari besar tertentu. Aku ingat ketika menulis artikel tentang kualitas pelayanan kesehatan, dimuat dua hari setelah peringatan Hari Kesehatan Nasional, 12 November beberapa tahun lalu.

Hal lain yang dapat menjadi tema surat kabar, adalah adanya peristiwa atau fenomena yang menjadi trending topic di masyarakat. Tetapi, dengan menulis sesuai tema penerbitan pun ternyata tidak jaminan dimuat dalam harian surat kabar. Hal ini, disebabkan  penulis kolom untuk satu tema penerbitan itu sangatlah banyak  Sedangkan jumlah artikel yang tersedia dalam satu kolom, tentulah sangat terbatas. jumlahnya.  

Memenuhi kriteria kualitas penulisan yang disyaratkan
Sebut saja misalnya dalam kolom Wacana Suara Merdeka, rata-rata hanya tersedia dua artikel. Dari dua itupun masih dibagi menjadi dua, yaitu Wacana Nasional dan Wacana Lokal. Praktis ketika kita membidik tulisan kita untuk dimuat dalam Wacana Lokal, maka kuota yang tersedia, hanya satu artikel!  Sehingga ketika tulisan kita dimuat dalam kolom, seperti Wacana misalnya, sungguh,  tulisan kita telah berhasil menyisihkan ratusan tulisan pesaingnya.

Sehingga, penting bagi kita untuk mengetahui standar kualitas tulisan yang dipersyaratkan oleh surat kabar.  Pernah suatu kali, aku menanyakan perihal nasib tulisan yang aku kirimkan. Jika secara tema, aku yakin masuk, tetapi sampai dua minggu sejak aku kirim via e-mail, tak kunjung terbit juga.

Menjalin komunikasi dengan redaksi
Hari berikutnya, aku memperoleh  e-mail balasan. Intinya, dari redaksi menyampaikan, bahwa pada dasarnya tulisanku memenuhi tema. Mereka meminta agar aku menyederhanakan tulisan hingga memenuhi jumlah karakter yang disyaratkan.

Ketika tulisan itu aku perbaiki dan aku kirimkan kembali sesuai yang disarankan redaksi, namun hingga kini tulisan itu tidak pernah dimuat. Aku sadar, walaupun sudah aku perbaiki naskah tulisanku sesuai persyaratan jumlah karakter huruf, namun secara tema jelas sudah lewat dan tidak sesuai.  Meskipun tulisanku akhirnya tidak dimuat, aku tetap salut pada dewan redaksi Wacana yang memberikan layanan terbaiknya. 
Hal-hal diatas tadi, bagiku  merupakan tantangan, yang memacu untuk terus belajar menulis yang lebih baik dan tidak mandeg.

Sunday, September 25, 2016

Menggali ilmu dari Kursus menulis buku online

 Tidak jauh dari  membaca, ketrampilan menulis harus terus dipupuk dengan terus belajar menulis dan menulis. Ini seperti yang diajarkan Ibu Agus Mita kepadaku, ketika aku berkesempatan mengikuti kursus online-nya. Dengan metode 2JT sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan menulis. Apalagi dengan paket materi belajar dalam format file mp4, peserta dapat melihat pengalaman praktek menulis cepat dan efektif.

Metode 2JT
Prinsipnya untuk meningkatkan kemampuan menulis ada aturan dasarnya. Jangan kritik tulisan kita. Jangan berhenti menulis. Teruslah menulis hingga tuntas seluruh gagasan itu dapat dituangkan. Itulah cara kerja metode 2 JT.
Ketika aku coba praktekan aturan dasar itu, memang luar biasa. Serasa tangan di atas keyboard komputer itu tidak mau berhenti, mengikuti jalan pikiran kita. Jari-jari tanganku terus menulis, hingga tidak terasa aku telah menghabiskan banyak halaman kertas pada layar MS Word.
Tetapi kapan aku harus berhenti dan mengeditnya? Aku pernah menanyakan ini pada Bu Agus Mita, ketika berkesempatan chatting menggunakan Yahoo Masanger.  “Seperti aturan dasarnya, berhentilah setelah tuntas anda dapat menuangkan gagasan itu” Demikian pesan singkat Bu Agus Mita menjawab pertanyaanku.

Menggunakan mind-map
Untuk memudahkan melokalisir gagasan, biasanya aku melakukannya dengan membuat mind-map dari tema besarnya,  ke dalam sub-sub tema. Sehingga ketika harus menggunakan metode 2JT, aku dapat meng-explore seluruh gagasan itu per sub tema. Sehingga dalam waktu yang sama, aku sudah membandingkan, metode 2JT dengan menggunakan mind-map lebih efektif.

10 Senjata pamungkas
Hal menarik lainnya mengikuti kursus menulis online pada Ibu Agus Mita itu di bagian akhir kursus menulis. Ada modul yang di tulis Pak Udin (Suami Ibu Agus Mita), berisi jurus-jurus pamungkas untuk membuat tulisan menjadi lebih berenergi. Hingga saat ini sepuluh jurus itu masih sering aku membaca ulang dan menerapkannya pada tahapan mengedit tulisan. Ingin sekali aku menuliskan pesan-pesan pak Udin itu disini.
  1. Memberi penjelasan. Senjata penjelasan bisa memberikan pemahaman lebih cepat ketimbang hanya menyebutkan sebuah fakta saja. Dengan menjelaskan tempat, orang tak salah alamat. Dengan menjelaskan waktu, orang jadi tahu hari, tanggal, bulan dan tahun. Dengan menjelaskan cara, orang tahu memperlakukan sesuatau. Begitulah Senjata Penjelasan bekerja. Ia sangat ampuh memahamkan pikiran manusia.
  2. Memberi pengulangan. Ya, keampuhan pengulangan itu seperti iklan produk yang sering diulang-ulang di TV. Semakin sering diulang semakin nancap image produk tersebut dibenak konsumen dan semakin tinggi pula keinginan untuk membeli produk.
  3. Menyisipkan kutipan. Dengan mengutip pendapat orang lain, pembaca akan percaya pada Anda karena bukan Anda yang berpendapat melainkan “orang penting”.
  4. Menyegarkan suasana dengan menghadirkan positif-negatif.  Caranya adalah dengan meletakkan yang buruk disamping yang baik atau sebaliknya. Meletakkan yang atas setelah yang bawah atau sebaliknya. Meletakkan yang kiri setelah yang kanan atau sebaliknya. Kita dapat menngunakan kata penghubung: tapi, namun atau padahal.
  5. Menyentil dengan pertanyaan retoris.
  6. Memberi penjelasan berjentjang untuk memukau. Membawa pembaca untuk naik level ke pemikiran, perasaan atau keadaan yang lebih tinggi atau sebaliknya. Dan semua orang selalu senang bila diajak naik, bukanya berhenti di satu titik.
  7. Menyisipkan data statistik juga dapat membuat tulisan Anda bernilai tinggi. Ia merupakan hasil penelitian. Dan tentu saja sangat ampuh menarik kepercayaan. Cantumkan ia dalam tulisan Anda.
  8. Mendeskripsikan fakta, anda seperti menyuguhkan bayangan akan potret fakta tersebut dengan lebih elok, lebih menyentuh, lebih nyata.
  9. Membuat contoh. Tanpa contoh pembaca tidak menemukan sesuatu yang berhak untuk diteladani dan atau untuk ditinggalkan
  10.  Membuat Analogi,  dengan cara membandingkan dua hal yang mengandung banyak persamaan sehingga dapat ditarik kesimpulan yang sama.


Kursus yang menguatkan
Dari mengikuti kursus menulis online ini, aku memperoleh keberanian, semangat dan kemauan. Dari kursus menulis buku inilah akhirnya, ide menulis e-Book, yang sudah lama maju-mundur, pasang-surut itu akhirnya terwujud. Sekali lagi aku melihat metode 2JT itu, menurutku tidak membahas teori-teori menulis, tetapi mengajak seseorang untu melakukan. 

Google Adsence meningkatkan ketrampilan, sekaligus pendapatan

Efek positif lain dari menulis dan mengelola web selain sebagai media latihan menulis, ternyata blog dapat berfungsi sebagai media pemasaran online. Dan pemilik blog tidak harus memiliki produk sendiri yang akan dijual.

Konsep ABG dalam Adsence
Dengan konsep adsence, yang dirancang misalnya oleh Goggle Adsense, pemasaran melalui internet (internet marketting) itu melibatkan tiga fihak utama, sebut saja ABC (Advertiser-Blogger-Coorporate).  Advertiser adalah fihak atau perusahaan pemilik produk yang akan dipasarkan. Blogger adalah pemilik blog atau website yang dapat memasarkan produk dalam bentuk iklan. Dan corporate atau fihak yang mempertemukan kedua fihak advertiser dan blogger, seperti Google.

Bagaimana sistem itu bekerja? Dalam hal ini corporate Google menerima pesanan dari pemilik produk untuk dipasangkan iklannya di sejumlah blog yang memenuhi syarat.  Sementara itu, Google akan meng-aproval sejumlah blog atau website yang mendaftar sebagai pengiklan produk. Bagi blog yang di aprove akan dipasangi iklan oleh Google. Sebagai imbalannya Google akan membayar ke pemilik blog (Blogger).

Meningkatkan  income dari Google Adsence
Pendapatan dari Google Adsense yang diterima blogger,  dihitung berdasarkan jumlah klik yang dilakukan oleh pengunjung pada iklan yang terpasang. Oleh karena itu, semakin banyak pengunjung website, besar kemungkinannya melakukan klik pada iklan yang ada di website atau blog. Semakin banyak pengunjung yang melakukan klik pada iklan yang ada di website atau blog, makin banyak pula pendapatan yang dapat diterima.


Karena faktor inilah, maka jika seorang blogger hendak meningkatkan pendapatannya, maka seorang blogger harus  rajin menulis dan meng-update posting-postingnya di blog. Dengan begitu akan meningkatkan nilai SEO (search engine optimization) suatu blog, menyebabkan meningkatnya jumlah pengunjung. Dengan terus menulis di blog, akan mendatangkan manfaat ganda:  ketrampilan menulis kita terus terpupuk dan pendapatanpun makin menumpuk.

Mengelola website, mengelola tulisan

Awalnya ketertarikanku untuk membuat website dalam format blog itu karena banyak penyedia blog yang memberi banyak kemudahan.  Alamat sub domain yang bisa dipilih sendiri, template yang user-friendly, dan gratis web hosting-nya. Bahkan akhir-akhir ini  ada penyedia blog yang menyediakan format blog untuk toko online, yang digunakan untuk berjualan melalui internet.

Dapat membuat lebih dari satu blog
Kemudahan lain dari penyedia blog, memungkinkan aku membuat blog lebih dari satu, dengan cepat dan mudah. Dalam satu akun misalnya, aku dapat memiliki lebih dari satu blog dengan alamat dan tema yang berbeda. Blog-blog itu aku memanfaatkannya sebagai media latihan menulis, menyampaikan gagasan dan menyalurkankannya dalam bahasa tulis. Sejauh ini, paling tidak aku memiliki lima website pribadi  dalam format blog. Kelima blog itu antara lain, ada yang membahas seputar panduan menulis proposal dan laporan penelitian, memuat tulisan-tulisan manajemen kinerja pegawai, mengenal budaya nusantara. 

Memposting tulisan di blog sesuai tema
Masing-masing blog aku gunakan sebagai mind map yang mengelompokkan gagasan-gagasan itu ke dalam satu tema tertentu. Misalnya  hari ini aku ada ide dan menulis tentang riset atau penelitian, maka posting itu aku letakkan di blog menulis proposal penelitian. Jika aku ada ide menulis tentang budaya, daerah, makanan khas atau tempat wisata, maka postingnya aku letakkan dalam blog mengenal budaya, dan seterusnya.

Mudahnya membuat buku sendiri
Pada suatu saat, aku pernah berfikir akan menerbitkan buku, yang berasal dari kumpulan posting-posting blog itu. Dari kelima blog yang aku miliki tersebut, minimal aku dapat menghasilkan lima buah buku. Berita baiknya, saat ini sangat mudah untuk mewujudkan keinginan membuat buku sendiri.


Banyak layanan di dunia maya ini, untuk mencetak blog itu dalam bentuk buku. Sebut saja misalnya layanan www.blogtoprint.com. Dengan sedikit proses, kumpulan posting blog itu sudah berubah menjadi buku dalam format Pdf.  Jika kita setuju biayanya dan kita sudah melakukan pembayaran, maka file buku tersebut segera dikirim via e-mail. Maka selesailah kita melakukan self-publishing buku.

Menjual e-Book menjadi bisnis keluarga

 Ketika e-Book “Cara mudah menulis proposal penelitian” sudah selesai, sekarang giliran aku untuk menjualnya. Untuk menjual e-Book aku memilih cara yang paling efisien. Dengan begitu, aku dapat menjualnya dengan harga yang sangat terjangkau. Awalnya e-Book Book “Cara mudah menulis proposal penelitian” aku jual dengan harga Rp 20.000,- Namun belakangan, aku justru banyak pesanan e-Book itu dengan harga Rp 25.000,-!

Terinspirasi dari kursus menulis buku
Mengapa bisa begitu? Ini bisa terjadi tentulah tidak lepas dari kuasa Allah SWT melalui banyak jalan yang aku tidak pernah menduganya. Awalnya adalah kursus tertulis menulis buku dengan metode 2JT asuhan Bu Agus Mita. Kursus ini bagiku pribadi sangat menginspirasikan banyak hal. Bahkan sejak proses pendaftaranya.

Kaitanya dengan bisnisku menjual e-Book, aku punya cerita yang menarik. Terinspirasi ketika aku memutuskan bergabung mengikuti kursus tertulis menulis buku. Ketika suatu malam, kira-kira menjelang jam 22.00 WIB, aku browsing dan menemukan alamat web kursus tertulis menulis buku. Aku sangat tertarik untuk mendaftar. Tetapi aku terkendala, karena cara pembayaran pendaftarannya melalui transfer melalui rekening. Padahal aku tidak memiliki fasilitas SMS Banking.

Dengan rasa penasaran, akhirnya aku beranikan menulis pesan singkat (SMS), tentang masalah yang aku hadapi untuk mengikuti kursus, jika harus transfer sejumlah uang ke rekening malam itu. Selang beberapa saat, aku memperoleh  SMS jawaban: “Terimakasih Pak Cokro, atas respon bapak untuk mengikuti kursus tertulis menulis buku dengan metode 2JT. Jika kesulitan mentransfer biaya kursus Rp 200.000,- sebenarnya ada cara lain. Yaitu dengan transfer pulsa sebesar Rp 250.000,-“

Memperoleh jawaban seperti itu, spontan malam itu juga aku berhasil mentransfer pulsa senilai Rp 250.000,- melalui teman sekantor, yang biasa menjadi langganan pulsa. Dan sejak saat itu juga pendaftaranku berhasil, dan akupun resmi menjadi peserta kursus untuk tiga bulan ke depan.

Pelajaran bisnisnya, adalah kemudahan akses.
Menyadari kejadian itu, lantas aku berfikir. “Mengapa tidak aku terapkan untuk bisnis penjualan e-Bookku?”  Bagaimana caranya? Aku akan merubah pilihan harga e-Book “Cara mudah menulis proposal penelitian” dari Rp 20.000,- dengan cara transfer ke nomor rekeningku. Dari pengalaman itu, aku menambahkan pilihan harga e-Book Rp 25.000,- jika pembayarannya melalui transfer pulsa telpon selulair. Dengan menggantii nomor hanphone untuk pemesanan dan transfer pulsa, aku menggantinya dengan nomor handphone isteriku, yang menggunakan pulsa pra-bayar.


Dengan alternatif pembayaran melalui transfer pulsa, jumlah pembelian e-Book“Cara mudah menulis proposal penelitian” dalam tiga bulan, meningkat lima kali lipat dari cara pembayaran terdahulu. Bahkan dalam satu periode bulan tertentu, sekitar Bulan Mei-Juni, handphone isteriku kebanjiran pulsa! Untungnya, operator sesulairnya memiliki fitur untuk transfer pulsa ke sesama pengguna. Sehingga, dengan memanfaatkan fitur layanan itu, isteriku dapat berbagi dan menjual pulsanya.