Showing posts with label aku dan kegemaranku. Show all posts
Showing posts with label aku dan kegemaranku. Show all posts

Tuesday, September 17, 2024

Tips praktis menulis artikel bagi pemula: "Geopark Kebumen resmi menjadi Geopark Dunia: apa upaya kita selanjutnya?"

Bagi  pemula, menulis artikel seringkali menjadi masalah. Banyak persoalan yang sering muncul, seperti judul yang tidak sesuai dengan isi tulisan, bingung harus menulis apa pada kalimat pertama, melebar di awal bahkan tidak bisa menemukan fokus. Namun tidak demikian bagi yang terbiasa menulis. Seorang penulis biasanya memiliki pola atau struktur tulisan. Sehingga bangunan tulisan itu logis dan runtut dan enak dibaca. 

Secara garis besar sebuah tulisan itu mengikuti pola: pendahuluan, batang tubuh atau isi tulisan dan penutup. Namun persoalan terbesarnya adalah bagaimana menempatkan ketiganya tersebut secara proporsional sejak dari menulis judul, pendahuluan, isi dan panjang tulisan, diksi dan gaya bahasa.Untuk ini saya akan berbagi beberapa tips praktis menulis artikel di media massa maupun di website.

Judul menarik dan mencerminkan isi

Untuk memperoleh judul yang menarik dan mencerminkan isi dapat dilakukan setelah penulis berhasuil menyelesaikan sebagaian atau seluruh tulisan. Sehingga tidak usah berfikir bahwa menulis judul itu harus di awal sebelum menulis. Aspek lain yang perlu dipertimbangkan adalah panjang kata dalam membuat judul tulisan. Sebaiknya sebuah judul tulisan memuat kata tidak lebih dari 12 kata. Judul tulisan yang terlalu panjang menjadi kurang menarik dan membosankan.

Isi yang tidak terlalu panjang

Selain judul, isi atau batang tubuh tulisan juga tidak  terlalu panjang. Berkisar  6-12  paragraf. Jika terlalu panjang, kebiasaan para pembaca  website, mereka mudah berpindah ke tulisan lain. Namun jika tulisan kita akan membahas suatu topik yang luas, dapat dilakukan dengan membuat sub judul.

Kalimat lengkap dan bahasa yang mudah dimengerti

Salah satu tujuan menulis adalah menuangkan gagasan agar diterima mudah oleh pembaca. Oleh karena itu gunakan kalimat lengkap, pola sederhana dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Kalimat lengkap secara aturan tata bahasa harus mengandung subyek. Kalimat sederhana cukup mengandung subyek-predikat, subyek-obyek atau subyek-keterangan. Bukan merupakan kalimat majemuk. Kalimat yang panjang dapat mengaburkan makna dan sulit dimengerti

Paragraf yang dinamis anti macet

Tulisan sejatinya tersusun oleh paragraf yang saling terkait, saling menjelaskan. Terdiri dari kalimat sederhana yang terangkai dengan pilihan kata yang tepat penggunaannya. Berikut ini ada beberapa tips yang dapat digunakan  untuk membangun paragraf.

  • Kembangkan paragraf dengan pola D-A-M-K (Duduk perkara-Analisa-Misal-Kesimpulan)
  • Dengan pola D-A-M-K ini mulailah tulisan kita  dengan pernyataan atau pandangan/sikap  penulis tentang sesuatu persoalan, dengan menggunakan kalimat lengkap. Jika terdapat banyak pandangan, pilih yang sangat penting.
  • Jelaskan lebih rinci pandangan kita tersebut dari aspek Apa, Kapan, Dimana Bagaimana terjadinya dan Mengapa bisa terjadi,  Penjelasan ini biasa disebut dengan 5W 1H
  • Setelah cukup kita menjelaskan pandangan kita, jangan lupa berikan contoh riil atau data yang mendukung. Tujuannya untuk meyakinkan pandangan kita kepada pembaca. Suatu persoalan yang didukung data nampak menjadi riil atau nyata.
  • Buatlah ringkasan dan kesimpulan,  atau saran  dan harapan

Geopark kelas dunia: apa yang harus kita perbuat?

Keberadaanya harus dipertahankan, agar geopark bermanfaat bagi masyarakat yang hidup di dalamnya. Untuk itu, Geopark Kebumen harus (1) menjaga kelestarian geopark dari kerusakan atau pengrusakan (konservasi)  (2) memanfaatkan geopark sebagai media pembelajaran atau sumber belajar, sehingga menumbuhkan kesadaran untuk memanfaatkanya secara bijak (edukasi) (3) mengolah dan mengembangkan geopark menjadi bernilai ekonomi yang berkelanjutan (ekonomi)

Langkah-langkah menulis:
  1. Pilih satu diantara tiga tema di atas, bisa nemilih tema konservasi atau edukasi atau ekonomi berkelanjutan
  2. Kembanglan dengan poila D-A-M-K
  3. Mulailah dengan menuliskan pandangan/sikap  kita tentang apa yang harus kita perbuat, setelah Geopark Kebumen resmi diakui UNESCO sebagai Geopark Dunia dengan menggunakan kalimat lengkap. 
  4. Jelaskan lebih rinci pandangan kita tersebut dari aspek Apa, Kapan, Dimana Bagaimana terjadinya dan Mengapa bisa terjadi,  
  5. Setelah cukup kita menjelaskan pandangan kita, jangan lupa berikan contoh riil atau data yang mendukung. Tujuannya untuk meyakinkan pandangan kita kepada pembaca. tentang ide sesuatu yang harus kita perbuat terhadap Geopark kita.
  6. Buatlah ringkasan dan kesimpulan,  atau saran  dan harapan
  7. Masya Allah. Alhamdulillah. Kita sudah berhasil menuangkan ide kita bagaimana menyelamatkan keberadaan Geopark Kebumen sebagai Geopark kelas Dunia!

Monday, May 11, 2020

Tips dan Trik Menulis Buku ala Hendra Wisesa

Menyarikan Paparan hebat Mas Hendra tentang Tips dan Trik Menulis Buku. Tips menulis buku, minimal ada tiga, yaitu membaca, menulis dan bergabung dalam komunitas. Yang disingkat Ba-tu-k.

Membaca
Untuk dapat menulis buku tertentu, beberapa tips yang dapat kita lakukan ada 3, yaitu: (1) fokus membaca buku2 dengan tema atau bidang sesuai tema buku yang akan kita tulis (2) menguasai pedoman EYD, untuk menghindari salah tulis kata, ejaan, tanda baca dan gaya bahasa. (3) kuasai tatacara dan teknik menulis buku

Menulis
Untuk dapat menyelesaikan proyek penulisan buku perlu kemampuan dan kemauan yang tinggi sejak awal. Karena pengalaman saya pribadi menulis buku, masalah yang muncul justru bukan pada masalah teknis menulis. Namun lebih banyak masalah non-teknis dan kemauan. Seperti saya bahas dalam tulisan "Apa bagian paling sulit ketika menulis buku?" sekaligus beberapa alternatif solusi untuk keluar dari permasalahan itu.

Komunitas
Penting bergabung dalam komunitas, karena ibarat kita senantiasa dekat dengan "tungku perapian" semangat kita untuk mrnulis, senantiasa membara. Untuk itu ketika bergabung kita harus aktif. Selain itu, bersyukur jika kita dapat bergabung dengan komunitas yang terkenal. Komunitas yang sudah besar namanya, mampu mendorong kepakan sayapnya, bagi burung kecil yang baru belajar terbang.

Sementara itu, dalam trik menulis, Mas Hendra menyarankan agar menulis tema buku yang diminati (Pro-pasar) dan tema yang tidak pernah usang, atau senantiasa segar (ever green). Caranya bisa browsing di internet atau sesekali ke toko buku.

Thursday, April 16, 2020

Mengikuti Kursus Menulis Buku MPI, hasilnya Buku "keroyokan" Pendidikan Era Milenial

Ini adalah sebuah karya tulis "keroyokan" saya dalam bentuk buku antologi. Adalah pengalaman yang sangat langka bisa bergabung menulis buku dengan para penulis produktif dan berpengalaman Riza A. Novanto, Miftah Indy Nugroho, Siti Waeroh dan Elsavia Nindiana Solekhayati.
Pengalaman ini saya sebut langka karena ide menulis buku antologi ini awalnya adalah diskusi kecil para peserta kursus menulis. Namun berkat mentoring hebat dari pembimbingnya, yang sekaligus bertindak sebagai editor, akhirnya terwujud juga mimpi menulis buku. Buku ini saya rasa sangat relevan untuk orang tua, guru/ustadz/dosen dan pejabat yang concern dengan pendidikan anak milenial.

Dalam buku antologi Pendidikan Era Millenial ini saya"menggugat" atas hilangnya makna mendidik dalam kehidupan milenial. Karena mendidik sejatinya hal yang sangat penting yang harus dilakukan orang tua pada anaknya. Diperintahkan Allah dan disyari'atkan Rasulullah. Mendidik adalah proses panjang membangun karakter dan budi pekerti anak, melalui keteladanan  perilaku dan sifat orang tua. Anak akan mencontoh dan menyimpan ke dalam jiwanya apa yang ia lihat dari orang tuanya. Namun perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan yang sangat dahsyat kearah disruptif. Sayangnya sebagian besar orang tua tidak siap. Alih-alih orang tua melimpahkan tanggung jawabnya kepada guru atau sekolah.

Orang tua berharap pada guru atau sekolah dapat memikul tanggung jawabnya dalam mendidik anak. Namun sistem pendidikan dan kurikulum sekolah telah "menjauhkan" anak dengan nilai-nilai karakter dan budi pekerti.  Anak-anak milenial menghadapi persoalan yang serius. Di rumah, ia tidak menemukan sosok orang tua. Di sekolah ia banyak dijejali berbagai ilmu pengetahuan dan ketrampilan teknis. Namun tidak jiwanya, kosong-jauh dari nilai, karakter dan budi pekerti. Akibatnya, anak mencari solusi dari lingkunganya. Di era milenial, anak-anak tidak lepas dari gadget, terkoneksi internet, terhubung media sosial dan kepemilikan berbagai akun untuk update informasi. Dalam kondisi seperti ini, generasi milenial rawan terjerumus dalam permasalahan pergaulan bebas, penyimpangan seksual, narkoba, korban penipuan, dan kekerasan fisik.

 Sebenarnya anak-anak sangatlah memerlukan pengawasan, Komunikasi dan kepedulian orang-orang terdekatnya, seperti guru, keluarga atau orang tuanya. Mereka juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial, memiliki minat terhadap hal2 baru, melek teknologi dan sangat kreatif. Untuk mengembalikan aspek karakter dan budi pekerti yang "hilang" dalam pendidikan anak, harus dimulai dari  upaya memperbaiki kualitas komunikasi antara anak, orang tua dan guru. Gerakan "2 jam kumpul tanpa gadget" merupakan upaya riil orang tua memperbaiki hubungan dengan anak. Dengan mengambil posisi "mendengar efektif",  orang tua sedang  menumbuhkan kepercayaan, juga martabatnya.

Monday, September 26, 2016

Bergabung dalam Forum Penulis Kebumen

 Pengalaman penolakan naskah oleh penerbit, seringkali dapat menyurutkan semangat untuk terus menulis. Akibatnya aktivitas menulis bisa jadi mandeg. Begitu juga dengan aktivitas membaca, ikut berkurang. Untuk menghindari kondisi seperti itu, aku biasanya aktif menemui  teman secara perorangan maupun kelompok.

Tetaplah berada di dekat tungku perapian
Pertemuan itu biasanya aku manfaatkan untuk berdiskusi dan sharing serta memecahkan persoalan-persoalan seputar kepenulisan. Kegiatan seperti itu, aku rasakan sungguh sangat bermanfaat. Membuat aku tambah bersemangat dan bangkit lagi.  Aku jadi ingat petuah para motivator. Kalau engkau ingin senantiasa hangat, senantiasa dekatlah dengan tungku perapian.

 Jika ingin terus eksis dalam kegiatan kepenulisan, maka buatlah lingkunganmu itu lingkungan membaca dan menulis. Dari buku bacaan, percakapan, maupun komunitas harus mendukung. Senantiasalah mengikuti pertemuan, pelatihan, workshop, maupun kursus-kursus menulis. Bersyukur, di Kebumen ada forum penulis dan ada orang-orang  yang dapat diajak berbincang seputar kegiatan menulis.

Forum penuli kebumen
Di forum penulis kebumen, aku dapat bertemu dan berbincang dengan Bapak Ambijo. Seorang penulis Kebumen yang sangat produktif. Tulisan-tulisannya banyak dimuat di berbagai penerbitan. Beliau juga termasuk orang yang menggagas berdirinya Forum Penulis Kebumen. Saat ini bapak yang usianya tidak muda lagi itu, bertindak sebagai ketua forum.


Bertemu dengan sosok Ambijo, terasa ada proses re-charging energi menulisku. Semangatnya yang tinggi untuk terus berkarya, terus menulis artikel dan surat pembaca ke banyak penerbit. Di rumahnya di Jalan Sarbini, bapak yang pensiunan pegawai bank BUMN ini, juga masih sempat mengelola perpustakaan sebagai taman bacaan masyarakat. Semakin jelas sudah gambaran Bapak Ambijo ini tentang perhatiannya terhadap dunia kepenulisan. 

Menulis di surat kabar harian

Pengalaman menulis e-Book dan “menerbitkannya” ternyata tidak semenantang ketika tulisanku berhasil pertama kalinya dimuat dalam kolom Wacana di  harian surat kabar Suara Merdeka. Menulis artikel di koran sangatlah ketat aturannya dan sangat kompetitif. Seperti lolos dari lubang jarum!

Bagaimana tidak?  Ketika artikel dapat dimuat di surat kabar harian, minimal tulisan itu telah memenuhi tema saat harian itu terbit.” Sehingga haruslah kita mengetahui tema harian atau minimal tema mingguan surat kabar” Itulah kira-kira saran yang diberikan Pak Cocong-seorang Redaksi Senior Wacana, Harian Suara Merdeka.  Seringkali aku menulis dan mengirimkannya ke harian surat kabar dan tidak dimuat, itu karena tema  tulisanku sudah lewat.

Memahami tema surat kabar
Tema di harian surat kabar, jika aku perhatikan berubah setiap hari atau minggu. Untuk itu, aku harus mengetahui dan mencoba mengikutinya. Dalam hal ini, aku harus mengetahui atau memiliki daftar event penting atau  hari-hari besar nasional selama satu tahun. Dengan demikian, aku dapat menyiapkan tulisan untuk suatu tema sesuai event atau hari besar tertentu. Aku ingat ketika menulis artikel tentang kualitas pelayanan kesehatan, dimuat dua hari setelah peringatan Hari Kesehatan Nasional, 12 November beberapa tahun lalu.

Hal lain yang dapat menjadi tema surat kabar, adalah adanya peristiwa atau fenomena yang menjadi trending topic di masyarakat. Tetapi, dengan menulis sesuai tema penerbitan pun ternyata tidak jaminan dimuat dalam harian surat kabar. Hal ini, disebabkan  penulis kolom untuk satu tema penerbitan itu sangatlah banyak  Sedangkan jumlah artikel yang tersedia dalam satu kolom, tentulah sangat terbatas. jumlahnya.  

Memenuhi kriteria kualitas penulisan yang disyaratkan
Sebut saja misalnya dalam kolom Wacana Suara Merdeka, rata-rata hanya tersedia dua artikel. Dari dua itupun masih dibagi menjadi dua, yaitu Wacana Nasional dan Wacana Lokal. Praktis ketika kita membidik tulisan kita untuk dimuat dalam Wacana Lokal, maka kuota yang tersedia, hanya satu artikel!  Sehingga ketika tulisan kita dimuat dalam kolom, seperti Wacana misalnya, sungguh,  tulisan kita telah berhasil menyisihkan ratusan tulisan pesaingnya.

Sehingga, penting bagi kita untuk mengetahui standar kualitas tulisan yang dipersyaratkan oleh surat kabar.  Pernah suatu kali, aku menanyakan perihal nasib tulisan yang aku kirimkan. Jika secara tema, aku yakin masuk, tetapi sampai dua minggu sejak aku kirim via e-mail, tak kunjung terbit juga.

Menjalin komunikasi dengan redaksi
Hari berikutnya, aku memperoleh  e-mail balasan. Intinya, dari redaksi menyampaikan, bahwa pada dasarnya tulisanku memenuhi tema. Mereka meminta agar aku menyederhanakan tulisan hingga memenuhi jumlah karakter yang disyaratkan.

Ketika tulisan itu aku perbaiki dan aku kirimkan kembali sesuai yang disarankan redaksi, namun hingga kini tulisan itu tidak pernah dimuat. Aku sadar, walaupun sudah aku perbaiki naskah tulisanku sesuai persyaratan jumlah karakter huruf, namun secara tema jelas sudah lewat dan tidak sesuai.  Meskipun tulisanku akhirnya tidak dimuat, aku tetap salut pada dewan redaksi Wacana yang memberikan layanan terbaiknya. 
Hal-hal diatas tadi, bagiku  merupakan tantangan, yang memacu untuk terus belajar menulis yang lebih baik dan tidak mandeg.

Sunday, September 25, 2016

Menggali ilmu dari Kursus menulis buku online

 Tidak jauh dari  membaca, ketrampilan menulis harus terus dipupuk dengan terus belajar menulis dan menulis. Ini seperti yang diajarkan Ibu Agus Mita kepadaku, ketika aku berkesempatan mengikuti kursus online-nya. Dengan metode 2JT sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan menulis. Apalagi dengan paket materi belajar dalam format file mp4, peserta dapat melihat pengalaman praktek menulis cepat dan efektif.

Metode 2JT
Prinsipnya untuk meningkatkan kemampuan menulis ada aturan dasarnya. Jangan kritik tulisan kita. Jangan berhenti menulis. Teruslah menulis hingga tuntas seluruh gagasan itu dapat dituangkan. Itulah cara kerja metode 2 JT.
Ketika aku coba praktekan aturan dasar itu, memang luar biasa. Serasa tangan di atas keyboard komputer itu tidak mau berhenti, mengikuti jalan pikiran kita. Jari-jari tanganku terus menulis, hingga tidak terasa aku telah menghabiskan banyak halaman kertas pada layar MS Word.
Tetapi kapan aku harus berhenti dan mengeditnya? Aku pernah menanyakan ini pada Bu Agus Mita, ketika berkesempatan chatting menggunakan Yahoo Masanger.  “Seperti aturan dasarnya, berhentilah setelah tuntas anda dapat menuangkan gagasan itu” Demikian pesan singkat Bu Agus Mita menjawab pertanyaanku.

Menggunakan mind-map
Untuk memudahkan melokalisir gagasan, biasanya aku melakukannya dengan membuat mind-map dari tema besarnya,  ke dalam sub-sub tema. Sehingga ketika harus menggunakan metode 2JT, aku dapat meng-explore seluruh gagasan itu per sub tema. Sehingga dalam waktu yang sama, aku sudah membandingkan, metode 2JT dengan menggunakan mind-map lebih efektif.

10 Senjata pamungkas
Hal menarik lainnya mengikuti kursus menulis online pada Ibu Agus Mita itu di bagian akhir kursus menulis. Ada modul yang di tulis Pak Udin (Suami Ibu Agus Mita), berisi jurus-jurus pamungkas untuk membuat tulisan menjadi lebih berenergi. Hingga saat ini sepuluh jurus itu masih sering aku membaca ulang dan menerapkannya pada tahapan mengedit tulisan. Ingin sekali aku menuliskan pesan-pesan pak Udin itu disini.
  1. Memberi penjelasan. Senjata penjelasan bisa memberikan pemahaman lebih cepat ketimbang hanya menyebutkan sebuah fakta saja. Dengan menjelaskan tempat, orang tak salah alamat. Dengan menjelaskan waktu, orang jadi tahu hari, tanggal, bulan dan tahun. Dengan menjelaskan cara, orang tahu memperlakukan sesuatau. Begitulah Senjata Penjelasan bekerja. Ia sangat ampuh memahamkan pikiran manusia.
  2. Memberi pengulangan. Ya, keampuhan pengulangan itu seperti iklan produk yang sering diulang-ulang di TV. Semakin sering diulang semakin nancap image produk tersebut dibenak konsumen dan semakin tinggi pula keinginan untuk membeli produk.
  3. Menyisipkan kutipan. Dengan mengutip pendapat orang lain, pembaca akan percaya pada Anda karena bukan Anda yang berpendapat melainkan “orang penting”.
  4. Menyegarkan suasana dengan menghadirkan positif-negatif.  Caranya adalah dengan meletakkan yang buruk disamping yang baik atau sebaliknya. Meletakkan yang atas setelah yang bawah atau sebaliknya. Meletakkan yang kiri setelah yang kanan atau sebaliknya. Kita dapat menngunakan kata penghubung: tapi, namun atau padahal.
  5. Menyentil dengan pertanyaan retoris.
  6. Memberi penjelasan berjentjang untuk memukau. Membawa pembaca untuk naik level ke pemikiran, perasaan atau keadaan yang lebih tinggi atau sebaliknya. Dan semua orang selalu senang bila diajak naik, bukanya berhenti di satu titik.
  7. Menyisipkan data statistik juga dapat membuat tulisan Anda bernilai tinggi. Ia merupakan hasil penelitian. Dan tentu saja sangat ampuh menarik kepercayaan. Cantumkan ia dalam tulisan Anda.
  8. Mendeskripsikan fakta, anda seperti menyuguhkan bayangan akan potret fakta tersebut dengan lebih elok, lebih menyentuh, lebih nyata.
  9. Membuat contoh. Tanpa contoh pembaca tidak menemukan sesuatu yang berhak untuk diteladani dan atau untuk ditinggalkan
  10.  Membuat Analogi,  dengan cara membandingkan dua hal yang mengandung banyak persamaan sehingga dapat ditarik kesimpulan yang sama.


Kursus yang menguatkan
Dari mengikuti kursus menulis online ini, aku memperoleh keberanian, semangat dan kemauan. Dari kursus menulis buku inilah akhirnya, ide menulis e-Book, yang sudah lama maju-mundur, pasang-surut itu akhirnya terwujud. Sekali lagi aku melihat metode 2JT itu, menurutku tidak membahas teori-teori menulis, tetapi mengajak seseorang untu melakukan. 

Google Adsence meningkatkan ketrampilan, sekaligus pendapatan

Efek positif lain dari menulis dan mengelola web selain sebagai media latihan menulis, ternyata blog dapat berfungsi sebagai media pemasaran online. Dan pemilik blog tidak harus memiliki produk sendiri yang akan dijual.

Konsep ABG dalam Adsence
Dengan konsep adsence, yang dirancang misalnya oleh Goggle Adsense, pemasaran melalui internet (internet marketting) itu melibatkan tiga fihak utama, sebut saja ABC (Advertiser-Blogger-Coorporate).  Advertiser adalah fihak atau perusahaan pemilik produk yang akan dipasarkan. Blogger adalah pemilik blog atau website yang dapat memasarkan produk dalam bentuk iklan. Dan corporate atau fihak yang mempertemukan kedua fihak advertiser dan blogger, seperti Google.

Bagaimana sistem itu bekerja? Dalam hal ini corporate Google menerima pesanan dari pemilik produk untuk dipasangkan iklannya di sejumlah blog yang memenuhi syarat.  Sementara itu, Google akan meng-aproval sejumlah blog atau website yang mendaftar sebagai pengiklan produk. Bagi blog yang di aprove akan dipasangi iklan oleh Google. Sebagai imbalannya Google akan membayar ke pemilik blog (Blogger).

Meningkatkan  income dari Google Adsence
Pendapatan dari Google Adsense yang diterima blogger,  dihitung berdasarkan jumlah klik yang dilakukan oleh pengunjung pada iklan yang terpasang. Oleh karena itu, semakin banyak pengunjung website, besar kemungkinannya melakukan klik pada iklan yang ada di website atau blog. Semakin banyak pengunjung yang melakukan klik pada iklan yang ada di website atau blog, makin banyak pula pendapatan yang dapat diterima.


Karena faktor inilah, maka jika seorang blogger hendak meningkatkan pendapatannya, maka seorang blogger harus  rajin menulis dan meng-update posting-postingnya di blog. Dengan begitu akan meningkatkan nilai SEO (search engine optimization) suatu blog, menyebabkan meningkatnya jumlah pengunjung. Dengan terus menulis di blog, akan mendatangkan manfaat ganda:  ketrampilan menulis kita terus terpupuk dan pendapatanpun makin menumpuk.

Mengelola website, mengelola tulisan

Awalnya ketertarikanku untuk membuat website dalam format blog itu karena banyak penyedia blog yang memberi banyak kemudahan.  Alamat sub domain yang bisa dipilih sendiri, template yang user-friendly, dan gratis web hosting-nya. Bahkan akhir-akhir ini  ada penyedia blog yang menyediakan format blog untuk toko online, yang digunakan untuk berjualan melalui internet.

Dapat membuat lebih dari satu blog
Kemudahan lain dari penyedia blog, memungkinkan aku membuat blog lebih dari satu, dengan cepat dan mudah. Dalam satu akun misalnya, aku dapat memiliki lebih dari satu blog dengan alamat dan tema yang berbeda. Blog-blog itu aku memanfaatkannya sebagai media latihan menulis, menyampaikan gagasan dan menyalurkankannya dalam bahasa tulis. Sejauh ini, paling tidak aku memiliki lima website pribadi  dalam format blog. Kelima blog itu antara lain, ada yang membahas seputar panduan menulis proposal dan laporan penelitian, memuat tulisan-tulisan manajemen kinerja pegawai, mengenal budaya nusantara. 

Memposting tulisan di blog sesuai tema
Masing-masing blog aku gunakan sebagai mind map yang mengelompokkan gagasan-gagasan itu ke dalam satu tema tertentu. Misalnya  hari ini aku ada ide dan menulis tentang riset atau penelitian, maka posting itu aku letakkan di blog menulis proposal penelitian. Jika aku ada ide menulis tentang budaya, daerah, makanan khas atau tempat wisata, maka postingnya aku letakkan dalam blog mengenal budaya, dan seterusnya.

Mudahnya membuat buku sendiri
Pada suatu saat, aku pernah berfikir akan menerbitkan buku, yang berasal dari kumpulan posting-posting blog itu. Dari kelima blog yang aku miliki tersebut, minimal aku dapat menghasilkan lima buah buku. Berita baiknya, saat ini sangat mudah untuk mewujudkan keinginan membuat buku sendiri.


Banyak layanan di dunia maya ini, untuk mencetak blog itu dalam bentuk buku. Sebut saja misalnya layanan www.blogtoprint.com. Dengan sedikit proses, kumpulan posting blog itu sudah berubah menjadi buku dalam format Pdf.  Jika kita setuju biayanya dan kita sudah melakukan pembayaran, maka file buku tersebut segera dikirim via e-mail. Maka selesailah kita melakukan self-publishing buku.

Menjual e-Book menjadi bisnis keluarga

 Ketika e-Book “Cara mudah menulis proposal penelitian” sudah selesai, sekarang giliran aku untuk menjualnya. Untuk menjual e-Book aku memilih cara yang paling efisien. Dengan begitu, aku dapat menjualnya dengan harga yang sangat terjangkau. Awalnya e-Book Book “Cara mudah menulis proposal penelitian” aku jual dengan harga Rp 20.000,- Namun belakangan, aku justru banyak pesanan e-Book itu dengan harga Rp 25.000,-!

Terinspirasi dari kursus menulis buku
Mengapa bisa begitu? Ini bisa terjadi tentulah tidak lepas dari kuasa Allah SWT melalui banyak jalan yang aku tidak pernah menduganya. Awalnya adalah kursus tertulis menulis buku dengan metode 2JT asuhan Bu Agus Mita. Kursus ini bagiku pribadi sangat menginspirasikan banyak hal. Bahkan sejak proses pendaftaranya.

Kaitanya dengan bisnisku menjual e-Book, aku punya cerita yang menarik. Terinspirasi ketika aku memutuskan bergabung mengikuti kursus tertulis menulis buku. Ketika suatu malam, kira-kira menjelang jam 22.00 WIB, aku browsing dan menemukan alamat web kursus tertulis menulis buku. Aku sangat tertarik untuk mendaftar. Tetapi aku terkendala, karena cara pembayaran pendaftarannya melalui transfer melalui rekening. Padahal aku tidak memiliki fasilitas SMS Banking.

Dengan rasa penasaran, akhirnya aku beranikan menulis pesan singkat (SMS), tentang masalah yang aku hadapi untuk mengikuti kursus, jika harus transfer sejumlah uang ke rekening malam itu. Selang beberapa saat, aku memperoleh  SMS jawaban: “Terimakasih Pak Cokro, atas respon bapak untuk mengikuti kursus tertulis menulis buku dengan metode 2JT. Jika kesulitan mentransfer biaya kursus Rp 200.000,- sebenarnya ada cara lain. Yaitu dengan transfer pulsa sebesar Rp 250.000,-“

Memperoleh jawaban seperti itu, spontan malam itu juga aku berhasil mentransfer pulsa senilai Rp 250.000,- melalui teman sekantor, yang biasa menjadi langganan pulsa. Dan sejak saat itu juga pendaftaranku berhasil, dan akupun resmi menjadi peserta kursus untuk tiga bulan ke depan.

Pelajaran bisnisnya, adalah kemudahan akses.
Menyadari kejadian itu, lantas aku berfikir. “Mengapa tidak aku terapkan untuk bisnis penjualan e-Bookku?”  Bagaimana caranya? Aku akan merubah pilihan harga e-Book “Cara mudah menulis proposal penelitian” dari Rp 20.000,- dengan cara transfer ke nomor rekeningku. Dari pengalaman itu, aku menambahkan pilihan harga e-Book Rp 25.000,- jika pembayarannya melalui transfer pulsa telpon selulair. Dengan menggantii nomor hanphone untuk pemesanan dan transfer pulsa, aku menggantinya dengan nomor handphone isteriku, yang menggunakan pulsa pra-bayar.


Dengan alternatif pembayaran melalui transfer pulsa, jumlah pembelian e-Book“Cara mudah menulis proposal penelitian” dalam tiga bulan, meningkat lima kali lipat dari cara pembayaran terdahulu. Bahkan dalam satu periode bulan tertentu, sekitar Bulan Mei-Juni, handphone isteriku kebanjiran pulsa! Untungnya, operator sesulairnya memiliki fitur untuk transfer pulsa ke sesama pengguna. Sehingga, dengan memanfaatkan fitur layanan itu, isteriku dapat berbagi dan menjual pulsanya.

Menulis e-Book berbekal kumpulan tulisan di website

Dari hasil mengelola beberapa website, aku berkeingan untuk membuat e-Book dan menjualnya melalui website. Setelah materinya aku rasa cukup, dari kumpulan tulisan postingan di website, aku menulisnya dalam format e-Book “Cara Mudah Menulis Proposal Penelitian”.

e-Book tuntunan praktis
Karena e-Book ini bersifat tuntunan praktis, aku mengkombinasikan banyak hal yang ilmiah dan “njlimet”  itu menjadi sesuatu yang praktis, mudah dimengerti dan diterapkan. Dalam hal ini aku memadukan materi metodologi penelitian itu dengan hasil-hasil diskusi dan masukan pembaca,  keluhan mahasiswa serta share pengalaman pribadi dan teman dosen sebagai pembimbing dan penguji proposal penelitian.

Dari sifatnya yang praktis itu, e-Book itu cocok bagi siapa saja, mahasiswa reguler maupun non-reguler-yang notabene sangat minim memperoleh pengetahuan dari matakuliah metodologi. Sehingga tanpa harus ribet, proposal dan atau laporan penelitian mahasiswa, akan selesai tepat waktu, bahkan lebih awal!

Sebagai pendamping dosen pembimbing
Pengalaman menjadi mahasiswa dan menjadi dosen pembimbing dan penguji proposal dan laporan penelitian, mahasiswa mengeluh tentang penguasaan materi metodologi dan menerapkannya ke dalam proyek penelitiannya. Disamping itu, mahasiswa juga banyak mengeluh, waktu tidak cukup untuk dapat bertemu dan berkonsultasi dengan dosen pembimbing.

Keluhan mereka yang mahasiswa reguler lebih beragam dibanding mahasiswa yang sudah bekerja atau non-reguler. Dari bagaimana  menyiapkan topik dan ide penelitian, tinjauan pustaka dan pencarian bahan dan buku sumber, jurnal ilmiah, metodologi penelitian dan analisis data statistik, konsultasi dengan pembimbing, mendesaknya batas waktu seminar dan pengumpulan laporan penelitian, tindak lanjut hasil koreksi dosen pembimbing maupun penguji serta kesiapan materi seminar. Belum lagi persoalan pemahaman tata tulis dan kemampuan menulisnya. Sedangkan mahasiswa karyawan yang non-reguler, hampir semua memiliki persoalan yang seragam. Mereka mengeluhkan semua hal yang dikeluhkan mahasiswa reguler itu!

Sebagai solusi

Sehingga kesimpulanku, jika saat ini anda juga mengalami hal yang sama seperti kebanyakan mahasiswa lainnya, yaitu mengalami kesulitan dalam menulis proposal dan laporan penelitian, maka layaklah untuk memiliki E-Book ini. e-Book yang setebal hampir 100 halaman ini berisi panduan praktis dan cocok untuk umum dan mahasiswa, baik mahasiswa reguler maupun non-reguler dalam  penulisan proposal dan laporan penelitian untuk  Kertas Kerja, Karya Tulis, Skripsi, Thesis atau Disertasi.

Melayani jasa konsultasi penulisan penelitian online

Dalam perkembangannya, websiteku itu makin banyak orang mengunjunginya. Diantara para pengunjung ada yang menyatakan terimakasih telah membantu studinya. Ada juga yang mengkopi materi posting untuk menyelesaikan tugas-tugas dosen mereka. Ada juga yang berulang-ulang bertanya, hingga ada juga yang menyatakan tidak puas, karena dirasa terlalu lama aku menjawabnya. Beberapa diantara  memohon agar aku mau menjadi konsultanya, mendampingi secara online selama mahasiswa sedang menyelesaikan penulisan proposal, proyek penelitian, hingga selesai ujian hasil.

Banyaknya permintaan
Mempertimbangkan banyaknya permintaan dari mahasiswa itulah kemudian aku melayani jasa konsultasi online penulisan proposal penelitian. Sehingga dalam website menulisriset aku tambahkan menu “Jasa Konsultasi”. Agar setiap pengunjung mengerti tentang tatacara memanfaatkan jasa tersebut, aku kemudian memuat beberapa tulisan yang berisi penjelasan pokok. Agar semuuanya mengetahui dan menyetujui proses jasa konsultasi itu dilakukan. Di kemudian hari,agar  tidak ada fihak yang menyalahkan atau mengeluh, setelah seseorang itu membayar sejumlah tertentu.

Beberapa hal yang diatur menyangkut ketentuan dan cara tatacara jasa konsultasi online penulisan proposal penelitian itu, adalah:
1.        Apa itu Layanan Konsultasi Penulisan proposal dan laporan penelitian itu?
2.        Bentuk Layanan Konsultasi Penulisan proposal dan laporan penelitian
3.        Biaya Layanan Konsultasi Penulisan proposal dan laporan penelitian
4.        Format Permintaan Menjadi Konsultan online penulisan proposal dan laporan  penelitian
6.        Prosedur permintaan Layanan Konsultasi Penulisan proposal dan laporan penelitian

Mekanisme penyelenggaraan jasa konsultasi

Secara mudahnya, jika seseorang pengunjung website, dalam hal ini seorang mahasiswa, setelah membaca ketentuan-ketentuan yang ada dan tertarik untuk memintaku sebagai konsultan, maka seseorang itu harus mengajukan “Surat permintaan menjadi konsultan penulisan proposal dan laporan penelitian”. Format surat tersebut dapat didownload atau dikopi-paste dari halaman web. Setelah diisi data pemohon dan jenis dan ruang lingkup konsultasi yang dipilih, dikirim via e-mailku cokroaminoto2007@gmail.com  Setelah itu, aku akan membuat perjanjian waktu kapan proses konsultasi itu dilaksanakan. Pada bagian awal, biasanya pemohon akan aku minta mengirimkan draft proposal penelitian yang akan dikonsultasikan. Ini penting, karena untuk menghindari anggapan sementara orang  bahwa jasa konsultasi ini disamakan dengan jasa pembuatan proposal. Dalam hal ini, aku mengutamakan ke-otentikan karya mahasiswa dan menentang plagiarism.

Saturday, September 24, 2016

Mengajar di STIKES: menulis dan berbagi

Mengajar di STIKES Muhammadiyah Gombong, merupakan kegiatan berbagi pengalaman dengan mahasiswa. Aku awali sejak tahun 2004, sejak lembaga itu masih berbentuk Akademi. Statusku di Stikes sebagai dosen tetap, pegawai tidak tetap. Awalnya aku mengajar manajemen kesehatan dalam keperawatan, Biostatistik dan Metodologi Penelitian. Sejak tiga tahun terakhir aku hanya mengajar Biostatistik dan Metodologi Penelitian. Sejak diberlakukannya sistem blok matakuliah,  kedua matakuliah itu sekarang digabung jadi satu dalam blok matakuliah Metode Penelitian.

Menyiapkan materi dan tugas lewat posting
Aku sebut sebagai kegiatan berbagi, karena peran dosen adalah memfasilitasi terjadinya proses transfer ilmu pengetahuan, ketrampilan dan sikap secara timbal balik. Dari apa yang aku ketahui dari membaca, aku sampaikan kepada mahasiswa. Sekaligus, aku juga memperoleh masukan dari saran dan pertanyaan mahasiswa. Dari kegiatan ini, membuat aku lebih giat membaca dan mengumpulkan bahan bacaaan, terutama seputar teori dan praktek-praktek dalam metode penelitian. Inilah kemudian yang mendorong aku untuk membuat website pribadi tentang menulis proposal penelitian dalam format blog dan menulis postingnya.

Dari web ini, dalam bentuknya yang sederhana merupakan cikal bakal e-Learning matakuliah yang aku ampu. Di web itu, aku menulis materi kuliah sesuai silabus, serta beberapa materi yang terkait lainnya. Selain itu, aku juga membuat rencana penugasan dan lembar evaluasinya. Ada juga kolom diskusi dan komentar, yang memungkinkan mahasiswa dapat mengikuti dan membaca juga pendapat mahasiswa lainnya.

Melayani banyak mahasiswa
Lahirnya website menulisproposalpenelitian.com ternyata tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswaku di STIKES, tetapi banyak juga pengunjung dari luar. Ternyata banyak juga mahasiswa baik reguler maupun non-reguler yang membutuhkan materi, penjelasan dan diskusi seputar tugas-tugas matakuliah.

Banyak juga mahasiswa yang membutuhkan konsultasi atau pendampingan penulisan proposal penelitian. Mereka berasal dari berbagai strata maupun fakultas. “Kok bisa? Padahal anda kan bukan ahli pada bidang itu?” ada juga yang bertanya seperti itu. Mengapa tidak? Karena yang aku pelajari adalah metodologinya, bukan konten bidang ilmu yang hendak diteliti. Meskipun, ada beberapa bidang ilmu tertentu memiliki kekhasan tertentu dalam metode penelitiannya. 
Mengajar di STIKES Muhammadiyah Gombong, merupakan kegiatan berbagi pengalaman dengan mahasiswa. Aku awali sejak tahun 2004, sejak lembaga itu masih berbentuk Akademi. Statusku di Stikes sebagai dosen tetap, pegawai tidak tetap. Awalnya aku mengajar manajemen kesehatan dalam keperawatan, Biostatistik dan Metodologi Penelitian. Sejak tiga tahun terakhir aku hanya mengajar Biostatistik dan Metodologi Penelitian. Sejak diberlakukannya sistem blok matakuliah,  kedua matakuliah itu sekarang digabung jadi satu dalam blok matakuliah Metode Penelitian.

Menyiapkan materi dan tugas lewat posting
Aku sebut sebagai kegiatan berbagi, karena peran dosen adalah memfasilitasi terjadinya proses transfer ilmu pengetahuan, ketrampilan dan sikap secara timbal balik. Dari apa yang aku ketahui dari membaca, aku sampaikan kepada mahasiswa. Sekaligus, aku juga memperoleh masukan dari saran dan pertanyaan mahasiswa. Dari kegiatan ini, membuat aku lebih giat membaca dan mengumpulkan bahan bacaaan, terutama seputar teori dan praktek-praktek dalam metode penelitian. Inilah kemudian yang mendorong aku untuk membuat website pribadi tentang menulis proposal penelitian dalam format blog dan menulis postingnya.

Dari web ini, dalam bentuknya yang sederhana merupakan cikal bakal e-Learning matakuliah yang aku ampu. Di web itu, aku menulis materi kuliah sesuai silabus, serta beberapa materi yang terkait lainnya. Selain itu, aku juga membuat rencana penugasan dan lembar evaluasinya. Ada juga kolom diskusi dan komentar, yang memungkinkan mahasiswa dapat mengikuti dan membaca juga pendapat mahasiswa lainnya.

Melayani banyak mahasiswa
Lahirnya website menulisproposalpenelitian.com ternyata tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswaku di STIKES, tetapi banyak juga pengunjung dari luar. Ternyata banyak juga mahasiswa baik reguler maupun non-reguler yang membutuhkan materi, penjelasan dan diskusi seputar tugas-tugas matakuliah.


Banyak juga mahasiswa yang membutuhkan konsultasi atau pendampingan penulisan proposal penelitian. Mereka berasal dari berbagai strata maupun fakultas. “Kok bisa? Padahal anda kan bukan ahli pada bidang itu?” ada juga yang bertanya seperti itu. Mengapa tidak? Karena yang aku pelajari adalah metodologinya, bukan konten bidang ilmu yang hendak diteliti. Meskipun, ada beberapa bidang ilmu tertentu memiliki kekhasan tertentu dalam metode penelitiannya.

Friday, September 23, 2016

Belajar dasar-dasar kewartawanan di Yayasan Al-Jabbar

Kemampuan menulis ternyata harus dilatih. Disamping, kita harus tahu tekniknya, menulis harus dilatih terus menerus, serta adanya kemauan. Mengapa bisa begitu? Karena menulis lebih merupakan kegiatan menuangkan gagasan. Banyak orang memiliki gagasan atau ide, namun hanya sedikit orang yang dapat mengungkapkannya secara teratur dan dapat diterima oleh orang lain. Agar dapat terampil menuangkan gagasan, seseorang harus berlatih. Berlatih memilih kata, berlatih merangkai kalimat, hingga berlatih membangun paragraf.

Kursus yang membuka wacana kepenulisan
Dalam hal menulis, aku akui bahwa menyukai aktivitas menulis ini sejak sekolah menengah dulu. Namun pada saat itu, aku tidak tahu bagaimana harus berlatih dan mengembangkan kemampuan. Aku hanya berangan-angan mempunyai profesi wartawan. Lantas aku bercita-cita menjadi seorang wartawan atau seorang penulis.

Hingga suatu saat, Sonhaji temanku sekolah di Sekolah Guru (SPG N Pekalongan), bercerita tentang kursus tertulis tentang dasar-dasar kewartawanan di Jakarta. Akupun sangat tertarik dan ikut mendaftar sebagai peserta. Pendaftarannya dikirim via pos, termasuk biayanya membayar melalui wesel Pos. Penyelenggaranya adalah Yayasan Al-Jabbar, Grogol, Jakarta Barat.

Lamanya waktu kursus, kalau tidak salah ingat berlangsung selama empat bulan. Materi dan panduan kursus dikirim secara tertulis melalui paket pos, dalam bentuk modul. Di dalam setiap modulnya, ada tugas  tertulis yang harus dikerjakan. Hasil jawabanya dirim kembali melalui pos. Hingga pada bulan ke empat, aku harus membuat tugas akhir, berupa naskah berita liputan tentang suatu kejadian.


Membangun  paragraf yang efektif
Dari mengikuti kegiatan kursus tertulis tersebut, hal paling “surprised” ketika aku memperoleh pengetahuan dan ketrampilan menyusun kalimat yang efektif untuk bahan berita bagi seorang wartawan. Selain itu, juga diajarkan bagaimana memilih kata, diksi dan gaya bahasa, menyusun kalimat dan mengembangkan paragraf.

Aku masih ingat, bagaimana teknik mengembangkan paragraf yang dinamis dan efektif. Paragraf yang dinamis tersusun oleh bangunan kalimat yang efektif. Sedangkan kalimat efektif  sangat dipengaruhi oleh struktur kalimat yang dipilih. Disamping itu, kalimat yang efektif dipengaruhi juga ketepatan pemilihan jenis kata dan gaya bahasa. Membangun paragram dalam tulisan, sebenarnya dapat mengikuti suatu pola. Pola umum yang aku pelajari dari kursus itu, adalah pola D-A-M-K. Apa itu? D itu singkatan dari duduk perkara, A itu singkatan dari analisa, M itu singkatan dari misal dan K itu singkatan dari kesimpulan.

Berdasarkan pola DAMK tersebut, maka sebuah paragraf, diawali kalimat yang mengungkapkan duduk perkara atau persoalan pokok yang mau dibahas. Setelah itu, diuraikan dengan kalimat-kalimat berikutnya. Kalimat itu dapat berupa kalimat atas jawaban pertanyaan apa, siapa, kapan, bagaimana dan mengapa peristiwa itu terjadi. Teknik analisis ini merupakan yang umum dilakukan. Ada teknik lain yang dapat dilakukan seperti teknik kronologis.
Setelah, persoalan pokok itu diuangkapkan dan sudah diuraikan secara per baikan, maka tugas penulis adalah menghadirkan kepada pembaca menjadi “lebih nyata”. Sehingga seorang penulis atau wartawan, melaporkan suatu peristiwa secara kongkrit meskipun dalam kata-kata. Pada tahap ini, seorang penulis dapat memberi contoh, analogi atau rumus dan contoh perhitungan. Dapat juga mensimulasikan urutan pelayanan, atau kronologi sebuah kejadian. Setelah dijelaskan secara luas perbagian dengan contoh riil, pada tahap akhir tulisan atau menjadi penutup, seorang penulis memberikan kesimpulan, penegasan atau himbauan. Harapannya agar setelah membaca tulisan yang kita buat, seorang pembaca memperoleh gambaran yang sama tentang suatu peristiwa.


Sunday, September 11, 2016

Membangun semangat menulis

Dulu ketika ditanya tentang apa hobiku? Sering kali ketika aku jawab membaca dan menulis, dan pilihan profesi yang  ingin aku tekuni adalah jadi penulis, mereka mentertawakan. Hingga pada suatu saat, aku tidak bersemangat dan hampir mengubur hobi itu. Sehingga  latihan menulispun makin lama makin jarang. Namun untuk membaca, hingga saat ini masih belum hilang. Meskipun intensitas membacanya tidak segairah dulu.

Menulis itu mengikat ilmu
Saat ini, dengan banyak berkembangnya teknologi informasi, dan terbukanya akses internet, aku lebih banyak membaca artikel atau tulisan di website. Pertimbangannya, di dunia maya tersedia tulisan dari berbagai topik, bermacam penulis atau pengarang, dari beragam penerbit. Bahkan melalui search di internet, kita bisa mencari tulisan tentang suatu topik dari tahun terlama hingga pembahasan terkini.  

Dari kebiasaan membaca di website itu, aku menemukan semangat menulis dari sahabat Rasulullah SAW, yaitu Ali bin Abitholib R.A. Dalam sebuah tulisan orang, beliau mengajarkan bahwa ketika kita sudah membaca, maka kita akan memperoleh ilmu. Dan untuk menjaga agar  ilmu itu  terkumpul dan  tidak tercerai berai, maka ikatlah ilmu itu dengan menuliskannya.

Sesaat aku tertegun. Aku menemukan semangat baru untuk memupuk hobi. Karena sebenarnya membaca dan menulis itu merupakan ajaran agama, dan sudah dianjurkan sejak jaman Rasulullah SAW. Betapa tidak, wahyu pertama dalam Al Qur’an  yang diturunkan Allah kepada Rasulullah SAW adalah perintah untuk membaca. Dari sinilah, aku merasa bahwa menggiatkan lagi kebiasaan membaca dan menulis merupakan keharusan.

Sebagai amalan yang tidak terputus pahalanya
Selain itu, aku tersadar bahwa manfaat yang akan kita petik dari membaca dan menulis sangatlah besar. Bahkan  membaca dan menulis itu dapat bermanfaat hingga akhirat. Ini sejalan dengan hadits Rasulullah SAW bersabda bahwa akan putus hubungan antara segala hal di dunia dengan seseorang sesudah mati. Namun ada tiga perkara yang tidak akan pernah putus, yaitu (1) ilmu yang bermanfaat (2) amal jariyah dan (3) anak shalih yang mendoa untuk orang tuanya. Dalam hal ini, jika kita membaca tentang sebuah ilmu, kemudian menuliskannya; Tulisan kita itu bermanfaat bagi orang lain. Bukankah ini sebuah hobi yang berdampak dunia-akhirat?  Subhanallah.

Ada tiga jenis bacaan wajib yang bervitamin
Untuk itulah dengan berbagai upaya, aku berusaha untuk memupuk hobi menulisku dengan banyak membaca.Mengapa membaca? Jelaslah untuk bisa menulis harus banyak membaca. Karena segala yang kita tulis, sesungguhnya berasal dari informasi yang kita baca.

Untuk memupuk kebiasan membaca, aku rutinkan tetap membaca artikel di website. Namun pernah aku diingatkan oleh Ibu Agus Mita, dalam artikel yang pernah aku baca. Beliau menyatakan bahwa buku atau bahan bacaan yang perlu dibaca untuk meningkatkan kapasitas seseorang dalam sebulan minimal adalah tiga macam buku.  Ketiga macam buku tersebut adalah buku agama, buku yang membahas tentang bidang keilmuan kita dan buku tentang hobi kita. Kalau dirasa, ada benarnya. Kadang sehari ini, ibarat makan, kita banyak makan makanan yang mengandung Karbohidrat. Di kehari berikutnya kita hanya makan vitamin. Bukankah tubuh kita setiap hari perlu konsumsi karbohidrat-protein-vitamin dan mineral secara bersama-sama dalam jumlah seimbang? Begitu juga dengan membaca jenis bacaan. Perlulah seimbang jenis bacaan yang kita baca..

Dua buku favoritku
Dalam hal menulis, ada buku yang sangat aku suka berulang-ulang membacanya. Sebut saja misalnya buku Goenawan Mohammad “Seandainya aku wartawan TEMPO” dan buku tulisan Slamet Suseno “Teknik menulis ilmiah populer”. Kedua buku itu bagiku sangat inspiratif dan layak sebagai sumber belajar menulis. Terutama bagiku yang menekuni menulis jenis non-fiksi.

Saturday, September 10, 2016

Memupuk Kemampuan Menulis

Memupuk kemampuan menulis, sebegitu pentingkah?
Setiap orang yang belajar di sekolah formal, tentunya menguasai kemampuan membaca dan menulis.  Tetapi dari sekian banyak orang yang sekolah itu, pernahkan kita menghitung berapa yang mampu menulis dengana baik. Kebanyakan orang mengalami kesulitan untuk menulis. Banyak alasan dan tantangannya jika seseorang harus menulis.

Harus berani mencoba, bukan berangan-angan saja
Banyak orang ingin menjadi penulis, ingin menulis buku, ingin memiliki website dengan tulisan yang dikunjungi banyak orang. Namun jarang yang sudak kesampean keinginannya itu. Seingkali, banyak diantaranya beralasan karena belum ada waktu, nanti kalau sudah pensiun, jika proyeknya selesai, jika anaknya sudah gede. Dan banyak lagi alasannya hingga idenya tidak terlaksana juga. Keinginannya sebatas menjadi angan-angan.

Nyatanya, menulis itu dapat dilakukan juga oleh seoranag profesor yang banyak riset, pebisnis yang banyak urusan, pegawai yang harus banyak waktu lemburnya, mahasiswa yang belum selesai kuliah dan tugas akhirnya. Mereka bisa mengatasi masalahnya itu, karena mereka berani menyatakan angan-angannya itu dengan berbuat. Dengan niata besar dan semangat penuh untuk menulis. Kabar baiknya bahwa aktivitas menulis itu, sekarang dengan perkembangan teknologi informasi dan jaringan internet, seseorang sudah dapat menjadi penulis dengan mudah dan kapan saja akan melakukannya.

Harus banyak berlatih
Menulis itu sebuah ketrampilan, bukan keturunan. Sehingga jangan salah orang yang dekat atau kenal baik dengan seorang penulis mahir pun belum tentu bisa menulis. Bahkan seorang anak dari penulis terkenal juga belum tentu bisa menulis. Untuk menumbuhkan kemampuan menulis, seseorang harus sering mencoba. Dengan banyak menulis, seseorang akan berlatih konsentrasi dan fokus, penggunaan gaya bahasa bahasa dan kosa kata serta kesinambungan ide. Meminjam rahasia Ibu Agus Mita, untuk memulai menulis adalah dengan menggunakan jurus 2JT. J yang pertama, jangan kritik tulisan anda. J yang kedua, jangan berhenti. T artinya teruslah menulis.

Di awal menulis, banyak orang mengalami kesulitan, harus dimulai dari mana. Sebenarnya dapat dimulai dari mana saja. Bisa dimulai dari pandangan kita tentang sesuatu hal, atau persaan kita tentang sesuatu pelayanan, bahkan dapat dimulai dengan ungkapan rasa syukur, marah, berontak terhadap suatu persoalan. Setelah kalimat pertama  berhasil kita tuliskan, maka kalimat selanjutnya adalah terserah kita, sesuai ide dan jalan pikiran kita. Kalimat kedua dan seterusnya biasanya merupakan penjelasan rinci atau pendukung kalimat pertama.

Harus banyak membaca
Sebuah karya tulis merupakan kesatuan gagasan penulis, yang berisi ide pokok, pokok pikiran penjelas dan kesimpulan saran atau penutup. Untuk melahirkan keseluruhana gagasan itu, seorang penulis dituntut banyak membaca. Seorang penulis harus mengetaui konsep, teori dan pandangan dari penulis lain, sebelum menuangkannya dalam bahasa penulis. Karena seorang penulis berbeda dengan seorang pengarang atau penulis fiksi. Seorang penulis fiksi pun dituntut pula banyak membaca, membaca fakta dan menyelami kehidupan, sehingga dapat mengarahkan imajinasinya.

Dengan banyak membaca, seorang dapat mengetahui perkembangan teori, kemajuan teknologi dan budaya di luar sana. Sehingga dari banyak membaca, kita bisa memperoleh ilmu, teori, detail desain, keunikan serta rahasia alam yang tidak sempat kita bisa lihat secara pribadi.
Lantas bacaan apa saja yang musti kita baca? Sebenarnya tidak ada batasan jenis buku apa yang harus kita baca. Namun, sebenarnya kita bisa mulai dari buku bacaan yang sesuai minat kita. Buku bacaan yang menguatkan iman, buku teknis yang memperkuat kemampuan profesi serta buku-buku yang dapat mengembangkan hobi.

Harus berjiwa terbuka
Salah satu tantangan yang membuat seorang enggan menulis, karena khawatir hasil karya tulisannya tidak bagus dan dikritik orang. Apalagi jika nseorang itu adalah pimpinan, pejabat, selebriti atau public figur lainnya. Sebenarnya ketika kita menulis, saatnya kita berbagi pengalaman dan kemampuan, sekaligus terbuka untuk kritik dan saran untuk membangun kelengkapan tulisan kita. Dan ketika tulisan kita dikritik, sebenarnya bukan merupakan akhir dari segalanya. Dengan menerima kritik, saatnya kita bisa memperbaiaki atau melengkapi tulisankita.

Namun, untuk mengatasi masalah ini sebenarnya dapat dilakukan dengan menuliskan hal-hal yang ringan, dengan bahasa lugasa yang sederhana dan mudah dimengerti khalayak.